Masjid Pagar Buton
Masjid Pagar Buton di Desa Masjid, Kecamatan Pulau-Pulau Batu, Tengah Samudra Indonesia timur, menyimpan keunikan arsitektur khas Maluku yang jarang diketahui. Dibangun pada abad ke-18 oleh orang-orang Buton yang merantau, rumah ibadah ini memadukan batu koral laut, kayu golo dan saka penyangga berukiran motif laut serta ayat-ayat Al-Qur’an. Letaknya di atas terumbu, membuatnya tampak mengapung saat air laut pasang, menambah aura sakral. Masjid ini menjadi sakrat kehidupan masyarakat pesisir yang menjaga tradisi religi dan budaya leluhur.
CWQV+4MW Pagar Buton, Waer, Kec. Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Indonesia
None
Masjid Pagar Buton yang berdiri di jalan CWQV+4MW, Dusun Waer, Kecamatan Banda, Maluku Tengah, menjadi saksi bisu kehidupan muslim setempat sejak puluhan tahun lalu; bangunan sederhana berkapasitas sekitar 50 jamaah ini tetap terjaga kebersihan dan ketenteramannya, berkat peran aktif warga sekitar yang rutin mengadakan kegiatan tadarus dan keterampilan membatik untuk anak muda. Lokasinya yang tak jauh dari bibir pantai memberi udara segar dan pemandangan laut saat subuh, sementara dinding kayu serta atap sengnya mencerminkan arsitektur lokal yang tahan terpaan garam. Meski fasilitas masih terbatas pada satu lantai utama, tempat wudhu semipermanen, dan kamar kecil, jamaah merasa nyaman karena kekompakan dan kekeluargaan menjadi nilai utama di masjid ini.
- Informasi lebih lanjut
- Apa yang membuat Masjid Pagar Buton di Waer, Maluku Tengah, menjadi unik dibandingkan masjid-masjid lain di Indonesia?
- Bagaimana cara mencapai Masjid Pagar Buton jika saya berangkat dari pusat Kota Ambon?
- Apakah Masjid Pagar Buton buka 24 jam untuk wisata religi, dan apakah ada panduan khusus bagi pengunjung?
- Apakah di sekitar Masjid Pagar Buton tersedia akomodasi atau homestay bagi jamaah yang ingin bermalam?
Informasi lebih lanjut
Apa yang membuat Masjid Pagar Buton di Waer, Maluku Tengah, menjadi unik dibandingkan masjid-masjid lain di Indonesia?
Masjid Pagar Buton yang terletak di CWQV+4MW Pagar Buton, Waer, Kec. Banda ini memiliki arsitektur khas Buton berbahan kayu ulin berumur ratusan tahun, sehingga bangunannya tahan gempa dan rayap tanpa paku sekalipun, sebuah kebanggaan warisan budaya Indonesia yang jarang ditemukan di masjid lain.
Bagaimana cara mencapai Masjid Pagar Buton jika saya berangkat dari pusat Kota Ambon?
Dari pusat Kota Ambon, Anda bisa menempuh perjalanan darat selama sekitar 5 jam melalui jalan trans-Seram menuju pelabuhan Tulehu, lalu menyeberang ke pelabuhan Amahai, dan melanjutkan perjalanan darat lagi ke Desa Waer, Kec. Banda, Kabupaten Maluku Tengah tepatnya di koordinat CWQV+4MW.
Apakah Masjid Pagar Buton buka 24 jam untuk wisata religi, dan apakah ada panduan khusus bagi pengunjung?
Masjid ini buka sepanjang hari, namun pengunjung dianjurkan datang setelah sholat subuh hingga maghrib agar bisa dibantu oleh juru kunci desa yang sekaligus memberikan penjelasan sejarah; pengunjung wajib berpakaian sopan, menutupi aurat, dan melepas alas kaki sebelum memasuki area masjid.
Apakah di sekitar Masjid Pagar Buton tersedia akomodasi atau homestay bagi jamaah yang ingin bermalam?
Di Desa Waer tersedia rumah singgah sederhana milik warga yang bisa disewa dengan harga bersahabat, lengkap dengan makanan khas Maluku seperti papeda dan ikan bakar, sehingga jamaah bisa beristirahat nyaman sambil menikmati suasana kampung nelayan yang tenang.
Jika Anda ingin melihat artikel lain yang serupa dengan Masjid Pagar Buton, Anda dapat mengunjungi kategori Masjid Near Me.
