Masjid Jami' Sultan Lingga
Terletak di tengah kota Masjid, Pulau Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, Masjid Jami’ Sultan Lingga berdiri megah sebagai saksi sejarah Islam di Nusantara. Dibangun pada abad ke-18 oleh Kesultanan Lingga, masjid ini tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga simbol peradaban dan kebudayaan Melayu-Islam. Arsitekturnya yang memadukan gaya Melayu, Islam, dan Eropa mencerminkan kekayaan lintas budaya yang pernah berkembang di wilayah ini. Sebagai salah satu masjid tertua di Indonesia, keberadaannya menawarkan potret unik tentang peran masjid dalam membangun identitas dan memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat pesisir.
QJP7+RXV, Daik, Kec. Lingga, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau 29872, Indonesia
None
Masjid Jami' Sultan Lingga yang berdiri di QJP7+RXV, Daik, Kec. Lingga, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, adalah peninggalan bersejarah yang masih berfungsi sebagai pusat ibadah sekaligus ikon budaya masyarakat setempat; bangunan tua ini memadukan arsitektur Melayu klasik dengan sentuhan lokal, menghadirkan suasana teduh dan khidmat yang membuat jamaah merasa berada di rumah ibadah sekaligus museum hidup, sehingga tak mengherankan ia konsisten meraih rating 4.8 dari pengunjung yang terkesan dengan kebersihan, keasrian, dan kehangatan sambutan para pengurus masjid.
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Informasi lebih lanjut
Apakah Masjid Jami' Sultan Lingga buka 24 jam?
Masjid Jami' Sultan Lingga di Daik, Kec. Lingga, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau memang buka sepanjang hari, namun akses utama biasanya dikunci setelah shalat Isya kecuali saat ada kegiatan keagamaan atau peringatan khusus; petugas takmir selalu siaga untuk membantu jamaah yang datang dari luar daerah.
Bagaimana cara mencapai Masjid Jami' Sultan Lingga dari pusat kota?
Cukup arahkan GPS ke kode QJP7+RXV, lalu ikuti jalan poros Lingga–Daik; perjalanan darat memakan waktu sekitar 15 menit dari pelabuhan utama, dan parkir roda dua maupun roda empat tersedia di halaman barat masjid tanpa dipungut biaya.
Apakah Masjid Jami' Sultan Lingga menyediakan makanan untuk jamaah?
Setiap hari Jumat, takmir menyediakan takjil gratis menjelang berbuka, sedangkan pada Ramadan dan hari besar Islam diselenggarakan santunan berbuka untuk lebih dari 300 jamaah melalui dana wakaf warga setempat.
Apakah Masjid Jami' Sultan Lingga bisa dipakai untuk resepsi pernikahan?
Iya, masjid bersejarah ini menerima permohonan resepsi dengan syarat warga setempat dan kapasitas maksimal 400 orang; penggunaan ruang serba gaga dan dapur umum dikenai donasi sukarela yang dikelola secara transparan oleh takmir untuk pemeliharaan bangunan agar tetap mempertahankan nilai budaya serta rating 4.8 yang sudah diraih.
Jika Anda ingin melihat artikel lain yang serupa dengan Masjid Jami' Sultan Lingga, Anda dapat mengunjungi kategori Masjid Near Me.
