Masjid Jami' Sultan Syarif Abdurrahman

Masjid Jami' Sultan Syarif Abdurrahman berdiri megah di tengah kota Pontianak, Kalimantan Barat, sebagai simbol budaya Islam Melayu yang kokoh. Masjid di Indonesia mencerminkan identitas lokal; masjid ini memayungi tradisi Melayu Pontianak dan warisan Kesultanan Pontianak.
Jalan Kampung Masjid, Dalam Bugis, Kec. Pontianak Tim., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
None
Masjid Jami' Sultan Syarif Abdurrahman yang berdiri di Jalan Kampung Masjid, Dalam Bugis, Pontianak Timur, menjadi saksi bisu sejarah Islam di Kalimantan Barat; bangunan tua berarsitektur Melayu–Islam ini ramai dikunjungi jamaah untuk salat lima waktu dan tarawih, tetap terawat meski berusia ratusan tahun, serta mencerminkan nilai toleransi karena pintunya terbuka untuk siapa saja yang ingin beribadah atau sekadar menikmati suasana tenang di tengah kota.
- Informasi lebih lanjut
- Apa yang membuat Masjid Jami' Sultan Syarif Abdurrahman istimewa di Kalimantan Barat?
- Bagaimana cara mencapai masjid ini dan fasilitas apa yang tersedia di sekitarnya?
- Apakah masjid ini buka untuk wisata religi, dan bagaimana etika berkunjungnya?
- Peran apa yang dimainkan masjid dalam mempererat toleransi antarumat beragama di Pontianak?
Informasi lebih lanjut
Apa yang membuat Masjid Jami' Sultan Syarif Abdurrahman istimewa di Kalimantan Barat?
Masjid Jami' Sultan Syarif Abdurrahman menjadi ikon spiritual sekaligus situs bersejarah karena didirikan oleh pendiri Kota Pontianak, Syarif Abdurrahman Alkadrie, pada 1771; gabungan arsitektur Melayu-Islam dan Eropa kolonial yang kokoh membuatnya menonjol, sementara lokasinya di Jalan Kampung Masjid, Dalam Bugis menyimpan cerita perdagangan dan migrasi Bugis yang berperan besar dalam perkembangan wilayah ini.
Bagaimana cara mencapai masjid ini dan fasilitas apa yang tersedia di sekitarnya?
Dari bandara Supadio, tempat ibadah berpredikat 4.7 bintang ini hanya berjarak sekitar 25 menit melalui jalan arteri kota Pontianak Timur; di sekitar Kampung Masjid tersedia area parkir luas, musala, kantor takmir, serta deretan warung makanan khas Pontianak yang memudahkan jamaah menunaikan salat hingga kegiatan sosial.
Apakah masjid ini buka untuk wisata religi, dan bagaimana etika berkunjungnya?
Masjid buka 24 jam bagi jamaah, namun wisatawan diharapkan mematuhi aturan: menggunakan pakaian longgar sopan, menghormati waktu salat lima waktu, dan meminta izin kepada petugas takmir jika ingin memotret interior untuk dokumentasi non-komersial guna menjaga kesucian ruang ibadah.
Peran apa yang dimainkan masjid dalam mempererat toleransi antarumat beragama di Pontianak?
Selain menjadi pusat dakwah Islam, Masjid Jami' Sultan Syarif Abdurrahman aktif mengadakan buka puasa bersama, program donor darah, dan pelatihan keterampilan untuk warga sehingga membangun jaringan solidaritas lintas agama di kawasan Kota Pontianak yang plural, membuktikan bahwa nilai moderasi beragama tetap lestari di ujung barat Indonesia.
Jika Anda ingin melihat artikel lain yang serupa dengan Masjid Jami' Sultan Syarif Abdurrahman, Anda dapat mengunjungi kategori Masjid Near Me.
