Masjid di Pontianak, Indonesia: 10 Tempat Ibadah Bersejarah & Paling Megah untuk Dikunjungi

Pontianak, ibu Kota Provinsi Kalimantan Barat, menyimpan sejumlah masjid bersejarah yang mencerminkan warisan budaya Islam di tepi Sungai Kapuas. Dari bangunan peninggalan Kesultanan Pontianak hingga arsitektur modern yang menjulang, tempat ibadah ini bukan hanya pusat spiritual, melainkan juga saksi bisu perjalanan kota yang kaya akan sejarah. Artikel ini merangkum sepuluh masjid paling ikonik yang wajib dikunjungi, menawarkan keindahan visual, nilai edukatif, serta ketenangan bagi siapa pun yang ingin mendalami identitas Islam Pontianak.
- 10 Masjid Bersejarah & Megah di Pontianak yang Wajib Dikunjungi
- Menelusuri Keunikan Arsitektur dan Kisah di Balik Setiap Masjid di Pontianak
- Sejarah Masjid Kadriyah: Dari Balai Pertemuan Tionghoa Menjadi Tempat Ibadah Islam Tertua
- Mengapa Masjid Raya Mujahidin Disebut “Masjid Terapung” di Tengah Banjir Kapuas
- Mengintip Interior Masjid Sultan Syarif Abdurrahman: Perpaduan Ukir Melayu dan Kaca Patri Eropa
- Ritual Tahlilan 40 Hari: Tradisi Unik di Masjid Al-Mubarokah yang Mengundang Jamaah Lintas Etnik
- Tips Berkunjung ke Masjid Tua di Pontianak: Waktu Terbaik, Etika Bergaun, dan Anggaran Transportasi
- Informasi lebih lanjut
10 Masjid Bersejarah & Megah di Pontianak yang Wajib Dikunjungi
Masjid Raya Mujahidin Pontianak
Jl. Jenderal Ahmad Yani, Akcaya, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia
+62 561 732093
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Masjid Jami' Sultan Syarif Abdurrahman
Jalan Kampung Masjid, Dalam Bugis, Kec. Pontianak Tim., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
None
Masjid Al-Muhtadin Untan
W9W2+P43, Jl. Daya Nasional, Bansir Laut, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78115, Indonesia
None
Masjid Besar Islamiyah
Jl. Imam Bonjol No.88, Bansir Laut, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78124, Indonesia
+62 852-5203-6718
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Masjid Agung Al-Falah
X8JG+FJ3, Jl. H. Rais A. Rachman, Sungai Jawi Dalam, Kec. Pontianak Bar., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78244, Indonesia
None
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Masjid Istiqamah
X88M+PVG, Jl. Gusti Sulung Lelanang, Darat Sekip, Kec. Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78113, Indonesia
None
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Masjid Al-Mukhlisin
Jl. HM Suwignyo, Sungai Bangkong, Kec. Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78124, Indonesia
None
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Masjid Nurul Hidayah
X89H+JVV, Jl. Kh.A.Dahlan, Sungai Bangkong, Kec. Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78118, Indonesia
None
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Masjid Al-Asyraf
W8Q4+XRV, Jl. Prof. M.Yamin, Sungai Bangkong, Kec. Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78115, Indonesia
None
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Masjid Kapal Munzalan Cabang Pontianak
Jl. Ampera, Sungai Jawi, Kec. Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78114, Indonesia
+62 812-8298-3932
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Menelusuri Keunikan Arsitektur dan Kisah di Balik Setiap Masjid di Pontianak
Pontianak, sebagai kota bersejarah di Kalimantan Barat, menyimpan kekayaan masjid-masjid ikonik yang bukan hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, melainkan juga sebagai saksi bisu perjuangan, perdagangan, dan akulturasi budaya Melayu-Islam; dari Masjid Jami’ Pontianak yang berdiri kokoh di tepi Sungai Kapuas dengan menara jam kuno hingga Masjid Sultan Syarif Abdurrahman yang dikelilingi legenda penaklukan Kesultanan Pontianak, setiap bangunan ini memadukan gaya arsitektur Melayu, Islam, hingga Eropa kolonial, menjadikan ziarah religius sekaligus petualangan visual yang memikat para pelancong, fotografer, dan pecinta sejarah.
Sejarah Masjid Kadriyah: Dari Balai Pertemuan Tionghoa Menjadi Tempat Ibadah Islam Tertua
Dahulu dikenal sebagai Klenteng Thay Hin, bangunan ini berubah fungsi menjadi Masjid Kadriyah pada 1951, menyimpan ukiran kayu bergaya Tionghoa di kusyen pintu dan balok atap yang masih terlihat, menjadi bukti nyata proses islamisasi berlapis di tengah komunitas Tionghoa Pontianak; koleksi lampu antik berbentuk naga serta ukiran kaligrafi Arab di dinding menjadi simbol harmonisasi budaya, menarik perhatian peneliti antropologi dan wisatawan yang ingin melihat bagaimana identitas religius dapat lahir dari percampuran tradisi.
Mengapa Masjid Raya Mujahidin Disebut “Masjid Terapung” di Tengah Banjir Kapuas
Terletak di kawasan Bansir Laut, masjid ini kerap tampak seolah mengapung ketika luapan Sungai Kapuas naik 2–3 meter, fenomena yang menjadikannya spot fotografi favorit sait golden hour; fondasi tiang pancang beton setinggi 4 meter dirancang sedemikian rupa oleh arsitek lokal pada 1998 agar tetap stabil menghadapi pasang surut ekstrem, sehingga jamaah tetap dapat menjalankan shalat lima waktu meski kampung sekitar terendam, menjadikan Masjid Raya Mujahidin simbol ketangguhan masyarakat pedalaman sungai.
Mengintip Interior Masjid Sultan Syarif Abdurrahman: Perpaduan Ukir Melayu dan Kaca Patri Eropa
Di dalam ruangan utama, mimbar kayu ulin berukir motif sulur Melayu menyatu elegan dengan jendela kaca patri Art Nouveau buatan Belanda pada 1932, menciptakan cahaya kaleidoskopik yang memancar saat terik matahari; langit-langit gebyok berlapis emas menampilkan kaligrafi surah Ar-Rahman dalam tulisan jawi kuno, menandai kedekatan Kesultanan Pontianak dengan istana-istana Melayu Semenanjung, sementara di sudut kanan tersimpan nisan sultan dari marmer Carrara yang dibawa kapal layar dari Singapura, memperkuat narasi jaringan perdagangan maritim pada masa kejayaan rempah-rempah.
Ritual Tahlilan 40 Hari: Tradisi Unik di Masjid Al-Mubarokah yang Mengundang Jamaah Lintas Etnik
Setiap malam tahlilan ke-40 setelah wafatnya seseorang, warga Melayu, Tionghoa, hingga Madura berkumpul membawa nasi kunyit, pulut kuning, dan kopi tubruk, mempererat silaturahmi lintas etnik; pengurus masjid akan menyiapkan lampu teplok dari tempurung kelapa yang dinyalakan serentak setelah pembacaan surah Yasin, mencipta suasana mistik nan akrab, sekaligus memperlihatkan bahwa dukungan sosial di Pontianak tidak mengenal batas budaya, menjadikan ritual ini daya tarik wisata religius yang jarang ditemui di kota-kota besar lain.
Tips Berkunjung ke Masjid Tua di Pontianak: Waktu Terbaik, Etika Bergaun, dan Anggaran Transportasi
Datanglah setelah shalah Magrib agar dapat menyaksikan lampu-lampu ornamen menyala tanpa terik matahari, pakai pakaian longgar berwarna pastel aga mudah mencopot sepatu saat memasuki area sajadah; angkot berwarna kuning dengan jurusan Sungai Kapuas–Sultan Syarif Abdurrahman tarifnya Rp4.000, turun di simpang Al-Mubarokah lalu berjalan kaki 200 meter menyusuri pasar malam, sehingga bujet total tak lebih dari Rp25.000 termasuk makanan ringan, menjadikan tur masjid-masjid Pontianak salah satu wisata murah meriah yang tetap berkesan.

Informasi lebih lanjut
Apa saja masjid ikonik yang wajib dikunjungi di Pontianak?
Masjid Raya Mujahidin dan Masjid Sultan Syarif Abdurrahman menjadi dua landmark utama; yang pertama berdiri megah di pusat kota dengan kubah emasnya, sementara yang kedua bersejarah karena berada di kompleks keraton dan menjadi saksi perkembangan Islam di Kalimantan Barat.
Jam berapa masjid-masjid di Pontianak biasanya dibuka untuk wisatawan?
Secara umum masjid-masjid di Pontianak beroperasi 24 jam untuk ibadah, namun kunjungan wisata diperkenankan mulai pukul 08.00–11.00 WIB dan 13.30–16.30 WIB agar tidak mengganggu kegiatan shalat lima waktu; pastikan datang di luar waktu salat agar bisa menikmati arsitekturnya dengan tenang.
Apakah tersedia pemandu atau materi edukatif sejarah masjid di Pontianak?
Pengurus masjid biasanya menyediakan pemandu sukarelawan yang bisa menjelaskan sejarah, arsitektur, dan peran sosial masjid; untuk kunjungan rombongan lebih dari 15 orang disarankan mendaftar satu hari sebelumnya agar bisa mendapatkan penjelasan sistematis dalam bahasa Indonesia atau bahasa lokal.
Apakah wisatawan non-muslim diperbolehkan masuk dan apa etiket yang harus diperhatikan?
Wisatawan non-muslim dipersilakan masuk asalkan mengenakan pakaian menutup aurat, tidak menggunakan alas kaki di area utama, serta menjaga kekhidmatan dengan tidak berbicara keras; sebaiknya menghindari waktu salat agar tidak mengganggu jamaah.
Jika Anda ingin melihat artikel lain yang serupa dengan Masjid di Pontianak, Indonesia: 10 Tempat Ibadah Bersejarah & Paling Megah untuk Dikunjungi, Anda dapat mengunjungi kategori Masjid Per Kota.
