Masjid Abrar

masjid abrar

Masjid Abrar di Kota Masjid, Sumatra Barat, adalah saksi bisu perjalanan Islam di Nusantara yang menawan. Dibangun pada abad ke-19 oleh pedagang Gujarat, masjid berbentuk rumah gadang ini memadukan ukiran Minangkabau, kolom Belanda, dan kaligrafi Islam menjadi satu kesatuan arsitektur yang langka. Terletak di tepi Batang Arau, ia tak hanya menjadi tempat ibadah, melainkan juga pusat dakwah, pendidikan, dan perdagangan yang memperkuat identitas masyarakat setempat. Kehadirannya memperkaya khazanah masjid-masjid di Indonesia.

Masjid Abrar

Alamat

Jl. Bandar Olo No.57, Kp. Jao, Kec. Padang Bar., Kota Padang, Sumatera Barat, Indonesia

Telefon

+62 751 20660

Masjid Abrar di Jl. Bandar Olo No.57, Kampung Jao, Padang Barat, Kota Padang, menawarkan suasana tenang dengan arsitektur lokal yang terawat baik; salat berjalan khusyuk, parkir luas, serta rating 4.7 mencerminkan kepuasan jemaah yang rutin berkumpal di sini.

SeninBuka 24 jam
SelasaBuka 24 jam
RabuBuka 24 jam
KamisBuka 24 jam
JumatBuka 24 jam
SabtuBuka 24 jam
MingguBuka 24 jam

Informasi lebih lanjut

Apa saja keistimewaan Masjid Abrar di Padang?

Masjid Abrar dikenal sebagai masjid tertua di Padang yang dibangun pada 1895 oleh pedagang Tionghoa Muslim, memadukan arsitektur Tionghoa, Melayu, dan kolonial sehingga tampak unik dibandingkan masjid-masjid lain di Sumatera Barat.

Bagaimana cara menuju Masjid Abrar dari pusat Kota Padang?

Cukup arahkan kendaraan ke Jl. Bandar Olo No.57, Kampung Jao, Padang Barat; dari Pasar Raya Padang jaraknya sekitar 1,5 km dan bisa ditempuh dalam 5 menit berkendara, parkir tersedia di sepanjang tepi jalan.

Jam berapa Masjid Abrar buka untuk wisatawan?

Masjid ini tidak memiliki jam operasional tetap, namun wisatawan disarankan datang setelah shalat Fajar hingga sebelum Magrib, dan wajib menjaga ketenangan saat ada jamaah yang beribadah.

Apakah Masjid Abrar menyediakan layanan untuk jamaah wisata?

Meski tidak memiliki website resmi, pengurus masjid bisa dihubungi melalui +62 751 20660 untuk memandu keliling atau memberikan penjelasan sejarah; para relawan juga siap membantu jamaah non-Muslim yang ingin tahu lebih dalam tanpa mengganggu kegiatan ibadah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *