Masjid Al-Hikmah Jayapura

Masjid Al-Hikmah Jayapura menjadi simbol perdamaian dan kerukunan umat beragama di Papua, menghadirkan arsitektur khas Nusantara yang memayungi ribuan jamaah. Dibangun melalui gotong royong lintas agama, rumah ibadah ini membuktikan bahwa nilai-nilai Islam damai dapat tumbuh subur di ujung timur Indonesia, sambil memelihara budaya lokal dan menjaga keharmonisan dengan komunitas adat setempat.
9MJM+JWQ, tanah hitam abepura, Asano, Kec. Abepura, Kota Jayapura, Papua 99351, Indonesia
None
Masjid Al-Hikmah Jayapura, yang terletak strategis di Tanah Hitam Abepura, menjadi pusat spiritual masyarakat Muslim Papua dengan arsitekurnya yang khas dan suasana teduh di sekitarnya; pemandangan laut Jayapura di malam hari yang terlihat dari area solat terbuka sering kali membuat jamaah berlama-lama setelah shalat Magrib, sementara suara adzan magribnya yang merdu menjadi penanda berbuka puasa yang dinanti seluruh kampung.
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Informasi lebih lanjut
Apakah Masjid Al-Hikmah Jayapura buka 24 jam?
Masjid Al-Hikmah yang terletak di 9MJM+JWQ, Tanah Hitam Abepura, dibuka sepanjang hari untuk salat lima waktu, dan area terasnya tetap bisa digunakan jamaah setelah shalat isya hingga tengah malam.
Bagaimana cara mencapai Masjid Al-Hikmah dari pusat Kota Jayapura?
Dari pusat Kota Jayapura, ambil jalan utama ke Kecamatan Abepura, lalu ikuti petunjuk arah ke Asano; total jarak sekitar 7 km dan bisa ditempuh dengan ojek online atau kendaraan pribadi dalam waktu 20 menit.
Apakah Masjid Al-Hikmah menyediakan tempat wudhu yang memadai?
Fasilitas wudhu tersedia di ruang khusus laki-laki dan perempuan dengan air mengalir, sabun, dan tirai, sehingga jamaah bisa menunaikan ibadah dengan nyaman dan tenang.
Bagaimana rating dan ulasan pengunjung terhadap Masjid Al-Hikmah?
Masjid ini memperoleh rating 4.7 dari ratusan jamaeeh daring yang memuji kebersihan, parkir luas, serta suasana khatib dan imam yang ramah kepada masyarakat multikultur Papua.





