Masjid Al-Ittihad Belakang Kota

Masjid Al-Ittihad Belakang Kota di Ambon, Indonesia, adalah salah satu masjid bersejarah yang menjadi saksi perjuungan umat Islam di kawasan timur negeri ini. Dibangun pada masa penjajahan Belanda, masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat perjuangan dan solidaritas umat Islam. Dengan arsitektur yang memadukan gaya lokal dan kolonial, Masjid Al-Ittihad menjadi simbol ketahanan dan persatuan di tengah keragaman budaya Maluku. Keberadaannya mengingatkan pentingnya menjaga sejarah dan identitas Islam di Indonesia.
855J+H9H, Uritetu, Kec. Sirimau, Kota Ambon, Maluku, Indonesia
None
Masjid Al-Ittihad Belakang Kota, terletak di Uritetu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Maluku, menawarkan suasana ibadah yang tenang dengan nilai ulasan 4.5; bangunan sederhana namun terawat ini menjadi pusat kegiatan keagamaan warga setempat dan mudah dijangkau lewat kode peta 855J+H9H.
Informasi lebih lanjut
Apa saja fasilitas utama yang tersedia di Masjid Al-Ittihad Belakang Kota?
Masjid Al-Ittihad Belakang Kota menyediakan ruang shaf yang luas, tempat wudhu bersih, serta area parkir yang aman, sehingga jamaah dapat beribadah dengan nyaman setiap kali berkunjung.
Bagaimana cara mencapai Masjid Al-Ittihad Belakang Kota dari pusat Kota Ambon?
Letaknya di Uritetu, Kec. Sirimau, cukup arahkan kendaraan ke kode peta 855J+H9H dan ikuti jalur belakang kota; perjalanan memakan waktu sekitar 15 menit dari titik nol Ambon tanpa hambatan lalu lintas berat.
Apakah Masjid Al-Ittihad Belakang Kota buka 24 jam untuk kegiatan tadarus atau kajian?
Masjid ini buka setiap hari, namun untuk kajian rutin dan tadarus berjamaah diperlukan koordinasi terlebih dahulu dengan takmir agar jadwal tidak bentrok dengan shalat fardhu berjamaah.
Bagaimana tingkat kepuasan jamaah terhadap pengelolaan masjid ini?
Berdasarkan umpan balik daring, Masjid Al-Ittihad Belakang Kota memperoleh rating 4.5, menandakan bahwa kebersihan, kedisiplinan petugas, serta kehangatan sambutan menjadi nilai tambah yang sering dipuji jamaah.





