MASJID AL’FAJRI

Masjid Al’Fajri yang berdiri megah di kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, menjadi saksi sejarah panjang Islam di Indonesia sejak abad ke-15. Didirikan oleh Kesultanan Ternate, masjid ini bukan hanya tempat ibadah, melainkan simbol penyebaran Islam di timur Nusantara. Arsitekturnya memadukan gaya lokal dengan pengaruh Timur Tengah, menghadirkan nuansa kuno yang memukau. Masjid ini juga menjadi pusat dakwah dan pendidikan Islam, menjaga warisan budaya serta spiritual masyarakat Ternate hingga kini. Keberadaannya mengukuhkan peran Indonesia sebagai negeri dengan sejarah Islam yang kaya dan beragam.
Q9HJ+3RW, Tanah Tinggi, Kec. Ternate Sel., Kota Ternate, Maluku Utara, Indonesia
None
Masjid Al’Fajri yang berdiri di Tanah Tinggi, Ternate Selatan, ini menawarkan suasana shalat yang tenang dengan desain lokal yang bersih dan terawat; rating 4.6 mencerminkan kepuasan jamaah atas kebersihan, parkir luas, serta kehadiran takmir yang sigap, sehingga menjadi pilihan utama warga Kota Ternate untuk mengganti suasah ibadah.
Informasi lebih lanjut
Apa saja fasilitas utama di Masjid Al’Fajri?
Masjid Al’Fajri dilengkapi ruang sholat utama yang nyaman, tempat wudhu bersih, area parkir luas, serta pendingin ruangan untuk menunjang kenyamanan jamaah di Tanah Tinggi, Kota Ternate.
Bagaimana cara mencapai Masjid Al’Fajri dari pusat Kota Ternate?
Anda cukup mengikuti Jalan Sultan Khairun ke arah selatan, lalu belok kanan di simpang Tanah Tinggi; masjid berada persis di koordinat Q9HJ+3RW, sekitar 8 menit berkendara dari Alun-Alun Kota Ternate.
Berapa kapasitas jamaah yang dapat menampung Masjid Al’Fajri?
Dengan desain dua lantai, Masjid Al’Fajri mampu menampung sekitar 600 jamaah, sehingga tetap longgar saat sholat Jumat atau tarawih, tanpa mengurangi kualitas sirkulasi udara dan pencahayaan.
Apakah Masjid Al’Fajri memiliki program rutin bagi masyarakat?
Setiap pekan masjid ini menyelenggarakan kajian akhlak setelah Magrib, kursi tahsin Al-Qur’an untuk remaja, serta bakti sosial bulanan yang menjadikan rating 4,6 dari jamaah sebagai bukti kepuasan masyarakat Maluku Utara.





