Masjid Baitul Makmur Pateten Kota bitung

Masjid Baitul Makmur Pateten di Kota Bitung, Sulawesi Utara, menjadi saksi bisu perjuangan umat Islam di pelosok negeri. Didirikan pada 1980-an oleh para pedagang dan nelayan, masjid ini awalnya hanya berdindingkan bilik kayu. Seiring waktu, warga menggalang dana hingga akhirnya berdiri megah dengan kubah emas dan menara 45 meter. Arsitekturnya memadukan gaya Melayu Minahasa dan Timur Tengah, mencerminkan akulturasi budaya setempat. Masjid ini kini menjadi pusat dakwah, pendidikan, dan solidaritas sosial, sekaligus ikon religius bagi 15 ribu jamaah di Bitung.
Masjid Baitul Makmur Pateten di Winenet Dua, Aertembaga, Kota Bitung, Sulawesi Utara, menawarkan suasana ibadah yang tenang dan bersih dengan arsitektur lokal yang apik; para jamaat sering memuji keteraturan pengajian serta sambutan takmir yang ramah, menjadikannya pusat spiritual favorit warga sekitar.
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Informasi lebih lanjut
Apa saja fasilitas unggulan di Masjid Baitul Makmur Pateten?
Masjid Baitul Makmur Pateten menyediakan parker luas, ruang sholat berkapasitas besar, serta mushola khusus wanita yang nyaman, sehingga jamaah dari Winenet Dua maupun luar Aertembaga dapat beribadah dengan tenang.
Bagaimana cara mencapai Masjid Baitul Makmur dari pusat Kota Bitung?
Dari pusat Kota Bitung, ambil arah timur melewati Jalan Aertembaga, lalu belok kanan di pertigaan Winenet Dua; masjid berdiri megah tepat di samping pasar lokal, sekitar 8 menit berkendara atau 4.8 km.
Apakah masjid ini buka 24 jam untuk kegiatan tadarus atau kajian?
Pengurus Masjid Baitul Makmur Pateten mengizinkan akses 24 jam asalkan jamaah mendaftarkan kegiatan secara daring atau langsung di pos jaga, guna menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh pengunjung.
Apakah Masjid Baitul Makmur menerima donasi untuk program sosial?
Ya, lewat rekening Baitul Maal resmi milik masjid, donatur dari Sulawesi Utara maupun luar daerah dapat menyalurkan zakat, infak, dan wakaf guna mendukung kegiatan pendidikan, kesehatan, dan bantuan korban bencana.





