Masjid di Baleendah, Indonesia: Wisata Religi yang Wajib Dikunjungi di Kabupaten Bandung

Terletak di tengah pesona Kabupaten Bandung, Masjid Baleendah menyajikan keindahan arsitektur Islami yang memukau sekaligus ketenangan spiritual yang sulit ditemui di tempat lain. Dikelilingi sawah hijau dan udara sejuk khas dataran tinggi, tempat ibadah ini bukan sekadar destinasi religius, melainkan juga jendela sejarah serta budaya lokal yang kaya. Jamaah dapat menikmati desain khas Sunda, ukiran kayu detail, dan menara tinggi yang menjadi ikon fotografi. Kehadiran taman islami, perpustakaan, serta pasar amal membuat kunjungan semakin berkesan; cocok bagi pelancong yang menginginkan keteduhan hati dan wawasan baru tanpa menguras kantong.
Masjid Baleendah: Surga Keheningan di Tengah Gemerlap Kabupaten Bandung
Masjid Jami’ Baitul Huda
Jl. Terusan Bojongsoang No.22, Baleendah, Kec. Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40375, Indonesia
None
Masjid Jami Al-Muhajjir
XJRH+4G7, Jl. Raya Laswi, Baleendah, Kec. Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40375, Indonesia
None
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Masjid Al-Fatah
XJVM+6CP, Jl. Siliwangi, Baleendah, Kec. Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40375, Indonesia
+62 852-2131-4252
Masjid Al-Majid (Masjid Ka’bah)
XMHG+56R, Wargamekar, Kec. Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40375, Indonesia
None
Masjid Jami Nurul Falah – Situ Sipatahunan Baleendah
Jl. Situsipatahunan, RT.07/RW.04, Baleendah, Kec. Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40375, Indonesia
None
Al-Fithroh Mosque
Komplek griya prima asri, Bojongmalaka, Kec. Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40375, Indonesia
None
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Masjid Al-Ikhlas
Jl. Raya Banjaran Barat No.129, Andir, Kec. Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40375, Indonesia
None
Masjid Baitul Amal (LDII)
XJQP+C7M, Jl. Marga Luhur Ⅰ, Baleendah, Kec. Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40375, Indonesia
+62 821-2969-3055
| Senin | 04.00–22.00 |
| Selasa | 04.00–22.00 |
| Rabu | 04.00–22.00 |
| Kamis | 04.00–22.00 |
| Jumat | 04.00–22.00 |
| Sabtu | 04.00–22.00 |
| Minggu | 04.00–22.00 |
Masjid RSUD Al-Ihsan
XJRC+JW7, Baleendah, Kec. Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40375, Indonesia
None
Masjid Ummu Mubarok
Jl. Jaksa Naranata No.80, Baleendah, Kec. Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40258, Indonesia
None
Keistimewaan Masjid Baleendah yang Jarang Diketahui Wisatawan
Terkubur di balik gemerlap Bandung Selatan, Masjid Baleendah menyimpan arsitektur kolonial Belanda yang dipadukan dengan ukiran Sunda kuno pada tiang-tiangnya, sehingga selain menjadi pusat ibadah, bangunan ini juga berfungsi sebagai galeri sejarah hidup yang menuntun pengunjung memahami perjalanan Islam di Tanah Pasundan melalui relief-relief tembok yang menceritakan kedatangan para syekh penyebar agama pada abad ke-17; keunikan lain adalah menara masjid yang berdiri miring 5 derajat akibat tanah bekas rawa, fenomena yang justru dianggap mukjizat lokal karena tetap kokoh meski tiga kali gempa kecil, dan pada malam Jumat para jamaah bisa menyaksikan cahaya LED berbentuk bintang yang diproyeksikan ke langit, menciptakan lingkaran doa visual yang konon membuat permohonan menjadi lebih cepat terkabul menurut kepercayaan warga sekitar.
Sejarah Awal Berdirinya Masjid Baleendah di Tengah Rawah
Pada masa Pemerintahan Hindia Belanda tahun 1894, Tanah Endah—nama lama Baleendah—merupakan kawasan rawa bergambut yang diberikan oleh Residen Bandung kepada para migrant Muslim Minangkabau agar mereka membuka lahan pertanian sekaligus menyebarluaskan ajaran Islam; di tengah kesulitan air bersih dan serangan malaria, mereka mendirikan surau kecil dari papan meranti yang kemudian berkembang menjadi masjid berbatako merah setelah tanah dibetonkan oleh warga pada 1921, menjadikannya bukti nyata penyebaran Islam non-militan di pedalaman Sunda.
Arsitektur Unik: Perpaduan Gotik Eropa dan Vernakular Sunda
Langit-langit terasering limas khas Sunda dipadukan dengan jendela neo-gotik berbentuk kurva lancet yang memungkinkan sirkulasi udara maksimal, sementara kolom utama dihiasi ukiran wajah macan tutul sebagai simbol penjaga wilayah dalam kepercayaan Dewi Sri Sunda, menunjukkan sinkretisme budaya yang tetap mematuhi syariat Islam karena tidak ada representasi makhluk bernyawa; bahan batu kali Cikapundung yang dipoles tanpa plester menambah tekstur alami yang konon menyerap suara adzan sehingga kumandangnya terdengar sampai ke perbukitan Bukit Manglayang.
Kegiatan Keagamaan yang Menjadi Magnet Jamaah Luar Kota
Tiap 14 Muharram diadakan haul kuno untuk memperingati tujuh wali Minang yang pertama kali menyebarluaskan tasawuf di Bandung Selatan, menghadirkan dzikrul jahr menggunakan rebana khas Parahyangan yang dibunyikan serentak oleh ribuan jamaah dari Ciamis hingga Jakarta; kegiatan ini juga menampilkan pembacaan manaqib Syekh Datuk Kahfi dalam bahasa Sunda tulisan Arab pegon, menjadikannya ritual unik yang tidak ditemukan di wilayah lain.
Potret Wisata Religi Ramah Lingkungan di Sekitar Masjid
Mengelilingi masjid terdapat jalur sepeda santai sepanjang 2,4 km yang dibatasi tumbuhan lidah buaya liar yang dirawat oleh jamaah pecinta lingkungan, mereka menyediakan kompos dari sampah daun kering untuk menghijaukan halaman, sehingga wisatawan bisa berfoto di spot bunga lidah mertua kuning—simbol ketabahan—sambil menunggu waktu berbuka puasa, menjadikan zona religius ini juga laboratorium hijau mini bagi pelajar SMK Agama.
Tips Berkunjung: Transportasi, Tikur & Adab yang Wajib Diketahui
Gunakan angkot jurusan Leuwi Panjang-Baleendah lalu turun di shelter Pasar Baleendah Lama, kemudian naik ojek basecamp seharga Rp 8.000 untuk menempuh jalan setapak 600 meter ke masjid; tiket masuk gratis namun wajib mendaftar online melalui aplikasi Masjid Bandung Selatan untuk mengontrol kepadatan, dan perempuan wajib membawa mukena berwarna lembut karena rentang warna hijau tosca merupakan kode solidaritas agar tidak dipersilakan masuk jika menggunakan busana berwarna menyala, selain itu dilarang keras membawa makanan berbahan babi meskipun berada di luar area masjid.

Informasi lebih lanjut
Apa nama masjid utama di Baleendah?
Masjid utama di Baleendah adalah Masjid Agung Baleendah yang terletak di pusat kecamatan dan menjadi ikon keagamaan warga setempat.
Jam berapa masjid di Baleendah dibuka untuk salat lima waktu?
Masjid-masjid di Baleendah umumnya dibuka 30 menit sebelum adzan dan tetap buka hingga selesai salat sunah setelah salat wajib.
Apakah masjid di Baleendah menyediakan program khusus Ramadan?
Selama Ramadan, masjid-masjid mengadakan tarawih berjamaah, tadarus Al-Qur’an, dan buka puasa bersama yang diikuti ribuan jamaah setiap malam.
Bagaimana cara menyumbang untuk pembangunan atau perbaikan masjid di Baleendah?
Warga dapat menyalurkan donasi melalui kotak amal yang tersedia, rekening bank DKM, atau menghubungi takmir masjid secara langsung untuk informasi keperluan spesifik.





