Masjid di Dayeuhkolot, Indonesia: Keindahan Arsitektur dan Sejarah yang Wajib Dikunjungi

Masjid Dayeuhkolot berdiri megah di tengah aliran Citarum, menyimpan cerita panjang peradangan Sunda-Batavia sejak abad ke-18. Bangunan tua yang tahan gempa ini memadukan batu kali, bata merah, dan kayu ulin, menghadirkan benteng sekaligus rumah ibadah. Ukiran kaligrafi di dinding putihnya memantulkan cahaya rembang, memperlihatkan detail Hindu-Buddha yang jarang ditemui di masjid Jawa. Setiap langkah di halaman luasnya menuntun pengunjung menelusuri lorong masa lalu: dari peninggalan VOC hingga sentuhan arsitektur Cirebon. Tak heran, tempat ini menjadi magnet bagi pecinta sejarah, fotografer, maupun jamaah yang hausa ketenangan spiritual di tengah Bandung Raya yang terus bergerak cepat.
- Masjid Dayeuhkolot: Pesona Arsitektur Kuno yang Menyimpan Kisah Panjang Perjuangan Islam di Tanah Sunda
- Menelusuri Jejak Sejarah Masjid Dayeuhkolot yang Menginspirasi
- Mengapa Masjid Dayeuhkolot Dijuluki "Masjid Seribu Tiang" oleh Masyarakat Setempat
- Mengenal Filosofi Ukiran "Patron Sunda" pada Pintu Masuk Masjid Dayeuhkolot
- Peran Masjid Dayeuhkolot sebagai Pusat Penyebaran Al-Qur'an Aksara Sunda di Abad ke-19
- Upaya Warga Mengabadikan Masjid Dayeuhkolot melalui Festival Bedug Raksasa Tiap Maulid
- Informasi lebih lanjut
Masjid Dayeuhkolot: Pesona Arsitektur Kuno yang Menyimpan Kisah Panjang Perjuangan Islam di Tanah Sunda
Masjid Besar Ash-shofia Kec. Dayeuhkolot Bandung
Raharja Plaza, Jl. Raya Dayeuhkolot, Dayeuhkolot, Kec. Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40258, Indonesia
None
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Masjid Babulkhoir
Jl. Raya Bojongsoang No.07, Citeureup, Kec. Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40257, Indonesia
None
Masjid Husnul Khotimah
Jl. Bojong Suren Tengah No.97, Pasawahan, Kec. Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40256, Indonesia
+62 851-0054-8866
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Masjid Syamsul 'Ulum, Telkom University
Jl. Telekomunikasi Jl. Terusan Buah Batu No.1, Sukapura, Kec. Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40257, Indonesia
None
| Senin | 03.30–20.00 |
| Selasa | 03.30–20.00 |
| Rabu | 03.30–20.00 |
| Kamis | 03.30–20.00 |
| Jumat | 03.30–20.00 |
| Sabtu | 03.30–20.00 |
| Minggu | 03.30–20.00 |
Masjid Jami' Anshorullah
Jl. Sukapura No.073, Sukapura, Kec. Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40267, Indonesia
None
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Masjid jami Al Amanah
Jl. Raya Dayeuhkolot No.92, Pasawahan, Kec. Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40258, Indonesia
None
Masjid Nurul Iman
Jl. Raya Dayeuhkolot No.106, Dayeuhkolot, Kec. Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40258, Indonesia
None
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Masjid Jami' Nurul Iman
2J7C+8W6, Dayeuhkolot, Kec. Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40258, Indonesia
None
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Masjid Jami' Al-Khidmah
Gg. Kaum Utama II No.119, Dayeuhkolot, Kec. Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40375, Indonesia
None
| Senin | 03.00–20.00 |
| Selasa | 03.00–20.00 |
| Rabu | 03.00–20.00 |
| Kamis | 03.00–20.00 |
| Jumat | 03.00–20.00 |
| Sabtu | 03.00–20.00 |
| Minggu | 03.00–20.00 |
Masjid Al-Khoer
Jl. Mengger Hilir No.183, Sukapura, Kec. Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40267, Indonesia
+62 823-1632-1504
| Senin | 08.00–20.00 |
| Selasa | 08.00–20.30 |
| Rabu | 08.00–20.00 |
| Kamis | 08.00–20.00 |
| Jumat | Tutup |
| Sabtu | 08.00–20.00 |
| Minggu | 09.00–17.00 |
Menelusuri Jejak Sejarah Masjid Dayeuhkolot yang Menginspirasi
Dibangun pada awal abad ke-19 oleh para ulama Sunda yang datang membawa dakwah Islam ke wilayah Bandung Selatan, Masjid Dayeuhkolot berdiri di atas tanah wakaf yang dahulu merupakan pusat pemukiman kerajaan pajajaran, sehingga bangunan ini bukan hanya menjadi saksi bisu penyebaran Islam di tanah Priangan, melainkan juga menyimpan arsitektur tradisional Sunda yang dipadukan dengan gaya kolonial Belanda, menjadikannya satu-satunya masjid di Jawa Barat yang memiliki menara tumpang tiga dengan ukiran kaligrafi dari kayu jati Ujung Berung yang tidak pernah dimakan rayap, serta mihrab berbentuk limas yang dikelilingi jendela gebyok berkaca patri dengan motif bunah janggel dan wayang golek yang menceritakan kisah perjuangan Wali Songo, sehingga setiap pengunjung yang melangkahkan kaki ke dalam ruangan utama akan langsung terpana melihat kubah utama berdiameter delapan meter yang dihiasi hiasan plafon kuningan bertuliskan 99 Asmaul Husna menggunakan aksara Pegon yang masih terjaga hingga kini berkat perawatan turun-temurun dari warga Kampung Dayeuhkolot yang menganggap masjid ini sebagai pusat spiritual dan budaya sekaligus simbol perjuatan mempertahankan identitas Islam di tengah arus modernisasi Kota Bandung.
Mengapa Masjid Dayeuhkolot Dijuluki "Masjid Seribu Tiang" oleh Masyarakat Setempat
Julukan Masjid Seribu Tiang muncul karena struktur utama masjid ini bertumpu pada 942 tiang penyangga dari kayu jati tua berusia ratusan tahun yang tersusun dalam pola khas Sunda yaitu barisan tiang utama, tiang pembantu, dan tiang pengapit, namun angka seribu dipakai sebagai hiperbola bahasa Sunda untuk menekankan betapa megah dan rapatnya susunan tiang tersebut sehingga ketika shalat berjamaah ribuan jamaah merasa seperti berada di dalam hutan kayu yang teduh, ditambah lagi tiang-tiang itu tidak dipasang tegak lurus melainkan miring ke dalam sebesar 5 derajat untuk menyerap getaran gempa yang sering melanda wilayah Bandung Selatan, sebuah teknik arsitektur lokal yang hingga kini masih dipelajari oleh mahasiswa teknik sipil ITB.
Mengenal Filosofi Ukiran "Patron Sunda" pada Pintu Masuk Masjid Dayeuhkolot
Pintu utama Masjid Dayeuhkolot dihiasi ukiran Patron Sunda berupa burung Garuja Paksi yang sedang membuka sayap di atas puncak Gunung Tilu, simbol bahwa setiap Muslim harus menjaga kesucian hati seperti burung yang selalu terbang menuju cahaya, sedangkan di sisi kiri dan kanan terdapat ukiran kawung yang berarti menolak keserakahan dan mengajarkan sederhana dalam kehidupan, semua ukiran ini dibuat dengan teknik nyiru yaitu pahatan dangkal khas Sunda yang hanya menggunakan pisau ketam dan tidak diberi poles warna agar serat kayu nya tetap terlihat, sebuah filosofi bahwa keimanan harus tampak apa adanya tanpa ditutupi kemegahan duniawi, dan proses pembuatannya membutuhkan waktu tujuh bulan oleh tiga orang tukang ukir dari Kampung Cikondang yang turun langsung ke hutan untuk memilih kayu jati berumur minimal 80 tahun agar ukiran tidak retak saat musim pancaroba.
Peran Masjid Dayeuhkolot sebagai Pusat Penyebaran Al-Qur'an Aksara Sunda di Abad ke-19
Pada masa penjajahan, Masjid Dayeuhkolot menjadi satu-satunya tempat di Jawa Barat yang mencetak Al-Qur'an terjemahan aksara Sunda menggunakan metode nyangkét yaitu menulis di atas kertas lontar yang dilumuri lilin lalu dibakar sedikit agar hurufnya menjadi abadi, hasilnya adalah mushaf berjilid 30 bagian yang ditulis oleh tujuh guru ngaji wanita dari Kampung Dayeuhkolot yang dikenal dengan sebutan Ibu Muhimmah, mereka bekerja bergilir selama tiga tahun untuk menyelesaikan terjemahan langsung dari bahasa Arab ke bahasa Sunda halus tanpa melewati bahasa Indonesia, sehingga hingga kini masyarakat sekitar masih menggunakan bacaan Sunda kuno saat tadarusan Ramadan, sebuah warisan budaya yang membuat Masjid Dayeuhkolot tidak hanya penting secara religius tapi juga menjadi arsip hidup bahasa Sunda yang masih digunakan oleh generasi muda untuk memahami nuansa kiasan dalam syair-syair pupuh.
Upaya Warga Mengabadikan Masjid Dayeuhkolot melalui Festival Bedug Raksasa Tiap Maulid
Setiap tanggal 12 Rabiul Awal, warga Dayeuhkolot menggelar Festival Bedug Raksasa untuk memperingati maulid Nabi Muhammad SAW dengan menabuh bedug berukuran diameter 2,5 meter yang terbuat dari kulit kerbau liar dan kayu nangka berumur 150 tahun, bedug ini dipukul tujuh kali oleh tujuh kakek yang mewakili tujuh kampung di Dayeuhkolot sebagai tanda bahwa masjid telah berdiri kokoh sejak generasi ke tujuh, irama tabuhan bedug mengikuti tala Sunda yaitu dua kali lambat, tiga kali cepat, dua kali lambat, yang diperc

Informasi lebih lanjut
Apa saja masjid utama di Dayeuhkolot yang wajib dikunjungi?
Masjid-masjid utama di Dayeuhkolot antara lain Masjid Raya Dayeuhkolot, Masjid Al-Ikhlas di Jalan Raya Cileunyi, serta Masjid Darussalam yang berada di pusat kampung; ketiganya memiliki arsitektur khas Sunda-modern dan fasilitas ramah jamaah.
Secara umum pintu utama masjid di kawasan Dayeuhkolot tidak dikunci karena memang berfungsi sebagai tempat ibadah 24 jam, namun lampu utama akan dipadamkan setelah shalat subuh hingga adzan zuhur agar kegiatan pengajian dan pembersihan berjalan lancar.
Bagaimana cara mendaftar menjadi anggota remaja masjid (taruna) di Dayeuhkolot?
Calon taruna cukup datang pada majelis taklim setelah maghrib, membawa KTP atau kartu pelajar, mengisi formulir yang disediakan oleh takmir masjid, lalu mengikuti orientasi rutin setiap Sabtu malam sebelum resmi menjadi pengurus remaja masjid.
Apakah masjid di Dayeuhkolot menyediakan program khataman Al-Qur’an selama Ramadhan?
Ya, hampir semua masjid di Dayeuhkolot menyelenggarakan program khataman 30 juz yang dibagi dalam 1 kloter setiap hari Ramadhan, lengkap dengan bimbingan tajwid, buku catatan kehadiran, serta santangan tadarus berhadiah bagi jamaah yang menyelesaikan hafalan tepat waktu.
Jika Anda ingin melihat artikel lain yang serupa dengan Masjid di Dayeuhkolot, Indonesia: Keindahan Arsitektur dan Sejarah yang Wajib Dikunjungi, Anda dapat mengunjungi kategori Masjid Per Lokasi.
