Masjid di North Maluku, Indonesia: 10 Masjid Tertua yang Wajib Dikunjungi

North Maluku menyimpan sejarah Islam yang kaya melalui masjid-masjid tertuanya yang berdiir sejak abad ke-15. Bangunan-bangungan suci ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga saksi bisu perdagangan rempah-rempah, penyebaran Islam, dan perjuangan melawan kolonialisme. Dari tiang-tiang kayu ulin yang kokoh hingga ukiran khas Melayu-Papua, setiap masjid menceritakan perjalanan spiritual masyarakat Maluku Utara. Berikut sepuluh masjid tertua yang wajib dikunjungi untuk memahami akar sejarah dan budaya Islam di kawasan ini.
- 10 Masjid Tertua di Maluku Utara yang Menyimpan Sejarah Islam di Indonesia
- Warisan Spiritual di Kepala Pasir: Jejak Sejarah Masjid Tertua di Maluku Utara
- Menelusuri Jejak Masjid Sultan Ternate: Bangunan Pertama yang Menyaksikan Lahirnya Kesultanan Islam
- Masjid Al-Munawwarah Jailolo: Harmonisasi Ukuran Kuno dan Tradisi Heka Ma-adu
- Kisah di Balik Masjid Sultan Bacan: Mercusuar Dakwah di Kepulauan Gebe
- Menyaksikan Keunikan Masjid Al-Rahman Tidore: Kubah Lontar dan Gerbang Cengkih
- Merawat Masjid Tua di Kepulauan Raja: Tantangan Iklim dan Erosi Budaya
- Informasi lebih lanjut
- Apa saja masjid bersejarah yang wajib dikunjungi di Maluku Utara?
- Bagaimana protokol berpakaian yang sopan saat berkunjung ke masjid di Maluku Utara?
- Kapan waktu shalat lima waktu paling ramai di masjid-masjid Maluku Utara?
- Apakah masjid di pulau-pulau kecil Maluku Utara menerima infaq dari wisatawan?
10 Masjid Tertua di Maluku Utara yang Menyimpan Sejarah Islam di Indonesia
Sigi Lamo , Masjid Kesultanan Ternate
Q9XP+94M, Soa Sio, Kec. Kota Ternate Utara, Kota Ternate, Maluku Utara, Indonesia
None
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Masjid Muhajirin
Q9MQ+H7G, Jl. Pahlawan Revolusi, Muhajirin, Kec. Ternate Tengah, Kota Ternate, Maluku Utara, Indonesia
None
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Masjid Raya Al-Munawwar Ternate
Q9QR+Q56, Gamalama, Kota Ternate, Maluku Utara, Indonesia
None
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Masjid Raya Sanana
WXPH+WX9, Fatce, Kec. Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, Indonesia
None
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Tutup |
Masjid Assurur
FXHP+QGW, Lelilef Sawai, Kec. Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, Indonesia
None
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Masjid Raya Shaful Khairaat Sofifi
PHQC+V4Q, Jl. Balbar, Balbar, Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Indonesia
None
Masjid Sultan - Kesultanan Bacan
9FGG+6QP, Amasing Kota, Kec. Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Indonesia
None
| Senin | 04.00–21.15 |
| Selasa | 04.00–21.15 |
| Rabu | 04.00–21.15 |
| Kamis | 04.00–21.15 |
| Jumat | 04.00–21.15 |
| Sabtu | 04.00–21.15 |
| Minggu | 04.00–21.15 |
Masjid Tua Wapauwe Kaitetu
C37M+WMG, Kaitetu, Kec. Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Indonesia
None
Masjid Jami' Nandatu Sahapory Negeri Kailolo
FC87+7VF, Kailolo, Indonesia
+62 821-9953-7137
Masjid Agung Ibnu Abdullah Masohi
MXW5+7M3, Namaelo, Kec. Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku 97511, Indonesia
None
Warisan Spiritual di Kepala Pasir: Jejak Sejarah Masjid Tertua di Maluku Utara
Masjid-masjid kuno di Maluku Utara bukan sekadar tempat ibadah, melainkan arsip hidup yang menyimpan cerita perdagangan rempah, penyebaran Islam, dan pertemuan budaya sejak abad ke-15; dindingnya yang terbuat dari pohon gaba-gaba, tiangnya dari kayu besi yang dipahat tanpa paku, serta ornamen ukiran motif pala dan cengkih menjadi bukti bahwa para ulama dan pedagang Muslim memadukan nilai-nilai tauhid dengan kearifan lokal, sehingga setiap shalat Jumat menjadi simbiosis antara iman, sejarah, dan hasil bumi yang pernah menggetarkan pusat-pusat perdagangan dunia di Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo.
Menelusuri Jejak Masjid Sultan Ternate: Bangunan Pertama yang Menyaksikan Lahirnya Kesultanan Islam
Berdiri pada 1606 di kaki Gunung Gamalama, Masjid Sultan Ternate direka oleh arsitek Melayu-Gujarat yang membawa pola serambi tiga pintu dan kubah berlapis emas, sehingga menjadi saksi bisu penandatanganan kontrak rempah-rempah antara Sultan Khairun dan pedagang Portugis yang akhirnya menyebar luas ke seluruh Maluku Utara.
Masjid Al-Munawwarah Jailolo: Harmonisasi Ukuran Kuno dan Tradisi Heka Ma-adu
Dibangun sekitar 1650 oleh Ulama Hukama dari Yaman, Masjid Al-Munawwarah mempertahankan tiang penyangga kayu kaje sebanyak 24 batang yang diasah tanpa mesin, sementara ritual heka ma-adu—pemindahan tiang secara gotong royong setiap 40 tahun—menjadi upaya masyarakat Jailolo melestarikan solidaritas adat sekaligus memperbarui struktur tanpa merusak keaslian arsitekturnya.
Kisah di Balik Masjid Sultan Bacan: Mercusuar Dakwah di Kepulauan Gebe
Masjid ini didirikan 1675 oleh Sultan Muhammad Khairuddin setelah beliau menerima manuskrip Al-Quram tua dari Malaka sebagai mahar pernikahan, sehingga ukiran surat Al-Ikhlas dipahat di atas pintu masuk sebagai simbol bahwa penyebaran Islam di Gebe bermula dari hubungan kasih yang kemudian memantapkan peran Bacan sebagai jalur rempah-rempah sekaligus dakwah ke Papua.
Menyaksikan Keunikan Masjid Al-Rahman Tidore: Kubah Lontar dan Gerbang Cengkih
Dirakit tahun 1710 oleh tukang Torati, Masjid Al-Rahman memiliki atap anyaman lontar yang disusun 9 lapis agar air hujan meresap perlahan ke tanah, sedangkan gerbangnya dihiasi ukiran cengkih berkelip yang memantulkan cahaya lilin, menciptakan efek bintang timur yang diyakini warga sebagai perlindungan gaib terhadap kapal-kapal Belanda yang kerap mengepung pulau untuk monopoli rempah.
Merawat Masjid Tua di Kepulauan Raja: Tantangan Iklim dan Erosi Budaya
Masjid Ibnucholikun yang berusia hampir 250 tahun di Pulau Makian menghadapi serangan abu vulkanik dari Gunung Kie Besi, namun masyarakat setempat mengembangkan teknik pembersihan dengan air kelapa garam yang membuat kayu basuh tetap kuat, sambil menanam bakau belukar di sekelilingnya agar akar bakau menahan ombak yang semakin merusak fondasi kuno masjid tersebut.

Informasi lebih lanjut
Apa saja masjid bersejarah yang wajib dikunjungi di Maluku Utara?
Masjid Sultan Ternate yang berdiri sejak abad XVII di Kastela serta Masjid Al-Mahsun Irama Jaya Jailolo menjadi saksi sejarah islamisasi Kesultanan Bacan dan Ternate, keduanya masih berfungsi dan menyimpan artefak kuno seperti mimbar tua, lampu antik, serta nisan peninggalan para sultan.
Bagaimana protokol berpakaian yang sopan saat berkunjung ke masjid di Maluku Utara?
Pengunjung wajib mengenakan baju lengan panjang, celana atau rok menutup mata kaki, serta kerudung bagi perempuan; sebaiknya menghindari motif mencolok dan membawa sarung cadangan karena beberapa masjid desa tidak menyediakan penutup gratis.
Kapan waktu shalat lima waktu paling ramai di masjid-masjid Maluku Utara?
Jamaah paling banyak hadir pada salat Magrib dan salat Subuh karena waktunya di luar jam kerja, sementara pada hari Jumat masjid besar seperti Masjid Raya Al-Fatah Ternate akan dipadati ribuan jamaah mulai pukul 11.00 hingga khutbah selesai.
Apakah masjid di pulau-pulau kecil Maluku Utara menerima infaq dari wisatawan?
Ya, para takmir sangat menghargai infaq dan sedekah untuk biaya operasional listrik dan air; wisatawan dapat menyerahkan sumbangan langsung pada petugas masjid atau melalui kotak amal yang biasanya diletakkan di dekat mihrab.
Jika Anda ingin melihat artikel lain yang serupa dengan Masjid di North Maluku, Indonesia: 10 Masjid Tertua yang Wajib Dikunjungi, Anda dapat mengunjungi kategori Masjid Per Provinsi.
