Masjid di Southeast Sulawesi, Indonesia: 10 Masjid Bersejarah & Indah yang Wajib Dikunjungi

Terletak di ujung timur Sulawesi, Sulawesi Tenggara menyimpan kekayaan budaya dan spiritual yang tercermin dalam arsitektur masjid-masjid bersejarah. Dari bentuk tradisional Bugis-Makassar hingga gaya kolonial Belanda, setiap masjid menyimpan kisah perjuangan, penyebaran Islam, dan harmonisasi budaya lokal. Keindahan ukiran kayu, kubah yang menjulang, serta suasana teduh di sekitar kompleksnya menjadi daya tarik tersendiri bagi peziarah, sejarawan, maupun wisatawan yang haus akan ketenangan. Berikut sepuluh masjid ikonik yang wajib dikunjungi untuk merasakan keagungan iman dan warisan arsitektur Nusantara.
10 Masjid Bersejarah & Indah di Sulawesi Tenggara yang Wajib Dikunjungi
Masjid Al-Alam
Masjid Al Alam, Jalan, Lalolara, Kambu, Kendari City, South East Sulawesi, Indonesia
None
| Senin | 03.30–20.00 |
| Selasa | 03.30–20.00 |
| Rabu | 03.30–20.00 |
| Kamis | 03.30–20.00 |
| Jumat | 03.30–20.00 |
| Sabtu | 03.30–20.00 |
| Minggu | 03.30–20.00 |
Masjid Raudhatul Jannah
2GFF+M7F, Jl. Made Sabara, Korumba, Kec. Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara 93461, Indonesia
+62 853-3338-9395
| Senin | 04.15–21.30 |
| Selasa | 04.15–21.30 |
| Rabu | 04.15–21.30 |
| Kamis | 04.15–21.30 |
| Jumat | 04.15–21.30 |
| Sabtu | 04.15–21.30 |
| Minggu | 04.15–21.30 |
Masjid At-Taubah (At-taubah Mosque)
28R3+2X8, Jl. Poros Unaaha - Pondidaha, Ulupohara, Kec. Besulutu, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara 93354, Indonesia
None
| Senin | 04.15–19.00 |
| Selasa | 04.15–19.00 |
| Rabu | 04.15–19.00 |
| Kamis | 04.15–19.00 |
| Jumat | 04.15–19.00 |
| Sabtu | 04.15–19.00 |
| Minggu | 04.15–19.00 |
Masjid Muhammad Cheng Hoo
R9JW+5CG, Jl. Danau Tj. Bunga, Maccini Sombala, Kec. Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90224, Indonesia
None
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Masjid Nurul Falah
XF4R+P68, Jl. Baruga Lorong Nurul Falah, Baruga, Kec. Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara 93116, Indonesia
None
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Masjid Al Manshurin (LDII)
blok B, Mekar Jaya, Kec. Baito, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara 93883, Indonesia
None
| Senin | 04.15–21.00 |
| Selasa | 04.15–21.00 |
| Rabu | 04.15–21.00 |
| Kamis | 04.15–21.00 |
| Jumat | 04.15–21.00 |
| Sabtu | 04.15–21.00 |
| Minggu | 04.15–21.00 |
MASJID Da’watul Haq (LDII)
XGV8+8QJ, Lrg. Beringin, Lalolara, Kec. Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara 93561, Indonesia
None
| Senin | 04.00–22.00 |
| Selasa | 04.00–22.00 |
| Rabu | 04.00–22.00 |
| Kamis | 04.00–22.00 |
| Jumat | 04.00–22.00 |
| Sabtu | 04.00–22.00 |
| Minggu | 04.00–22.00 |
Masjid Amirul Mukminin (Masjid Terapung Makassar)
Jl. Penghibur No.289, Losari, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90112, Indonesia
None
| Senin | 04.00–06.05, 10.30–20.30 |
| Selasa | 04.00–06.05, 10.30–20.30 |
| Rabu | 04.00–06.05, 10.30–20.30 |
| Kamis | 04.00–06.05, 10.30–20.30 |
| Jumat | 04.00–06.05, 10.30–20.30 |
| Sabtu | 04.00–06.05, 10.30–20.30 |
| Minggu | 04.00–06.05, 10.30–20.30 |
Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar
Jl. Masjid Raya No.57, Timungan Lompoa, Kec. Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90151, Indonesia
+62 411 453715
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Masjid Al Mu’min
W4X7+XJP, Jl. Poros Motaha - Lambuya, Tetehaka, Kec. Puriala, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara 93464, Indonesia
None
Arsitektur Khas Masjid di Sulawesi Tenggara: Perpaduan Tradisi Bugis-Makassar dan Kolonial
Dari Kendari hingga Buton, masjid-masjid bersejarah di Sulawesi Tenggara menyimpan arsitektur unik yang memadukan gaya Bugis-Makassar dengan sentuhan kolonial Belanda, mencerminkan perdagangan rempah dan penyebaran Islam sejak abad ke-16, sehingga setiap bangunan memiliki bentuk atap tumpang, pilar kayu ulin, dan hiasan kaligrafi yang membuatnya tak hanya menjadi tempat ibadah, melainkan juga monumen budaya yang hidup hingga kini.
Masjid Tua Bungkutoko: Jejak Kerajaan Buton di Pulau Wolio
Dibangun pada tahun 1593 oleh Sultan Buton III, masjid ini masih mempertahankan tiang-tiang kayu bakau berusia empat abad yang tidak dimakan rayap karena diolah dengan air laut dan minyak nyirih, sementara mihrab bergaya Portugis menjadi bukti bahwa pedagang Eropa turut memengaruhi bentuk seni bina Islam di Nusantara.
Masjid Jami’ Kendari: Ikon Kota yang Menyatukan Nuansa Modern dan Tradisional
Dengan kubah utama berdiameter 18 meter dan menara setinggi 45 meter, masjid ini menjadi landmark religius sekaligus laboratorium arsitektur kontemporer yang memasukkan ukiran ukiran Bugis pada dinding marmernya, menciptakan harmoni estetika antara teknologi beton bertulang dan motif geometri Islam lokal.
Masjid Tua Wabula: Bangunan Tertua di Sulawesi Tenggara yang Masih Berdiri Kokoh
p>Terletak di Kecamatan Wabula, masjid ini didirikan tahun 1512 oleh da’i dari Gujarat dan memiliki atap limas tiga lapis yang meniru rumah adat Buton, dengan pintu gerbang kayu lengkung tanpa paku sekalipun, memperlihatkan keahlian tukang lokal dalam teknik pasak hidup yang membuatnya tahan gempa dan tsunami.
Masjid Amirul Mukminin Bau-Bau: Simbol Persatuan Antar Etnis di Pulau Buton
Dirintis oleh tiga komunitas—Buton, Bugis, dan Tionghoa—pada 1920-an, masjid ini memiliki menara ganda yang dihiasi ukiran porselen Tiongkok dan kaligrafi khat Kufi, menjadi bukti bahwa Islam menjadi jembatan bagi berbagai kelompok etnis untuk berkumpul dan berbagi tradisi religius secara harmonis.
Masjid Agung Kendari: Integrasi Teknologi Hijau dalam Seni Bina Islam
Inaugurasi pada 2019, masjid ini dilengkapi panel surya 250 kWp di atapnya yang berbentuk bintang pecah delapan, serta sistem air wudhu sirkular yang menghemat 40 % konsumsi air, menjadikannya masjid ramah lingkungan pertama di Sulawesi Tenggara yang mencerminkan ajaran khalifah sebagai pengelola bumi dalam konteks modern.

Informasi lebih lanjut
Apa saja masjid bersejarah yang wajib dikunjungi di Sulawesi Tenggara?
Masjid Jamik di Kendari dan Masjid Toloduo di Bau-Bau adalah dua masjid bersejarah yang masih berdiri kokoh sejak abad ke-19; kedua bangunan ini menyimpan arsitektur kolonial Belanda yang dipadukan dengan ornamen lokal, sehingga menjadi saksi bisu perjuangan umat Islam di kawasan Buton dan Kendari.
Bagaimana protokol berpakaian yang diharapkan saat berkunjung ke masjid di Sulawesi Tenggara?
Pengunjung diwajibkan mengenakan busana muslim yang menutup aurat, yaitu baju lengan panjang dan celana atau rok longgar, sementara wanita wajib memakai kerudung; petugas masjid biasanya menyediakan mukena dan sarung cadangan di pintu masuk untuk siapa pun yang belum sesuai kode berpakaian.
Apakah masjid-masjid di Sulawesi Tenggara menyediakan program ramah wisatawan?
Beberapa masjid besar seperti Masjid Raya Kendari menawarkan tur religius gratis setiap Jumat pagi, termasuk penjelasan sejarah, demonstrasi adzan, dan kunjungan ke aula serba guna yang dilengkapi dengan papan informasi berbagai bahasa, serta guide berbahasa Inggris yang siap menerima wisatawan mancanegara.
Kapan waktu paling tepat mengunjungi masjid agar tidak mengganggu ibadah?
Waktu ideal adalah pukul 08.00–10.30 WITA atau 14.00–15.30 WITA, karena di luar jam lima waktu sholat dan kegiatan pengajian sore; hindari datang pada Magrib hingga Isya karena masjid dipadati jamaah, dan pastikan tidak masuk selama khotbah Jumat berlangsung.





