Masjid Jami’ Abdul Mu’in
Masjid Jami’ Abdul Muín di Pakuhaji, Tangerang, menyimpan keunikan arsitektur lokal yang jarang ditemukan di masjid-masjid Indonesia. Dibangun pada masa kolonial, bangunan ini memadukan ornamen khas Sunda dengan sentuhan Eropa, mencerminkan dinamika budaya dan spiritual masyarakat setempat. Masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi saksi perjuangan mempertahankan identitas Islam di tengah arus modernisasi. Keberadaannya menambah warna khazanah masjid di Indonesia yang kaya akan sejarah dan nilai-nilai kebangsaan.
WJVJ+HQ3, Kalibaru, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten, Indonesia
None
Masjid Jami’ Abdul Mu’in di Kalibaru, Pakuhaji, Tangerang, Banten, menawarkan suasana tenang dengan desain sederhana namun terawat; meskipun fasilitasnya terbatas, kebersihan dan keteraturan shalat berjemaah menjadikannya tempat ibadah favorit warga sekitar, sebagaimana tercermin dari rating 4.4.
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Informasi lebih lanjut
Di manakah letak Masjid Jami’ Abdul Mu’in?
Masjid Jami’ Abdul Mu’in berlokasi tepat di WJVJ+HQ3, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Indonesia, dan mudah dijangkau melalui jalan utama menuju pusat pemerintahan kecamatan.
Apakah Masjid Jami’ Abdul Mu’in buka 24 jam?
Masjid ini buka setiap hari untuk lima waktu sholat fardhu, namun pintu utama biasanya dikunci setelah salat Isya dan dibuka kembali sebelum salat Subuh, kecuali pada bulan Ramadhan saja di mana akses diperpanjang hingga malam untuk tarawih dan tadarus.
Bagaimana fasilitas kebersihan di masjid ini?
Pengelola menetapkan rating kebersihan 4.4 dari lima skala, menandakan bahwa area wudhu, tempat salat, serta toilet selalu disapu, dilantai, dan disemprot pewangi secara rutin oleh petugas kebersihan yang bergiliran setiap sholat.
Apakah Masjid Jami’ Abdul Mu’in menyediakan kelas agama?
Setiap hari Sabtu sore diadakan majelis taklim untuk remaja dan ibu-ibu, sedangkan pengajian akbar biasa digelar setiap awal bulan dengan pembicara dari kampus Islam terkemuka, membuat masjid ini tidak hanya tempat ibadah tetapi juga pusat pendidikan keagamaan warga Kalibaru.