Masjid Raya
Masjid Raya di Palembang bukan hanya simbol keagamaan, tetapi juga saksi bisu sejarah Islam di Indonesia. Dibangun pada masa Kesultanan Palembang, masjid ini memadukan arsitektur Melayu, Islam, dan Eropa, mencerminkan perjalanan budaya yang kaya. Sebagai masjid tertua di Indonesia, Masjid Raya menjadi pusat spiritual dan identitas masyarakat Sumatera Selatan. Kehadirannya menegaskan bahwa masjid di Indonesia bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga warisan budaya yang terus hidup dalam kehidupan sehari-hari.
Jl. Torpedo No.1d, 20 Ilir D II, Kec. Kemuning, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30164, Indonesia
None
Masjid Raya di Jalan Torpedo No.1D ini menawarkan arsitektur islami khas Palembang yang terawat, suasana teduh, kebersihan terjaga, serta parkir luas; dengan rating 4,8, ia menjadi tempat ibadah nyaman sekaligus landmark religi kota yang ramah jamaah.
Informasi lebih lanjut
Apa saja keistimewaan Masjid Raya Palembang yang membedakannya dari masjid lain di Sumatera Selatan?
Masjid Raya Palembang di Jl. Torpedo No.1d ini memiliki arsitektur khas Palembang yang memadukan ukiran kayu jati dengan kaligrafi kuno, serta menara utama setinggi 45 meter yang menjadi landmark Kota Kemuning; ditambah rating 4.8 di Google, ia kerap dipilih sebagai lokasi tabligh akbar karena akustik serba kayunya yang luar biasa.
Bagaimana jadwal shalat Jumat dan apakah tersedia fasilitas untuk jamaah perempuan?
Shalat Jumat dimulai sekitar 12.15 WIB dengan khotbah berlangsung 30 menit, sementaku area Balai Muslimah di lantai 2 bisa menampung 400 jamaah dengan mimbar khusus dan ruang menyusui; petugas masjid Raya juga menyediakan abaya pinjaman agar jamaah tetap nyaman dan syar’i.
Apakah Masjid Raya membuka program khusus Ramadan dan bagaimana cara mendaftar sebagai imam tarawih?
Selama Ramadan masjid ini menggelar tarawih 23 rakaat dengan imam rotasi hafidz nasional, serta buka puasa gratis untuk 1.000 jamaah; pendaftaran imam bisa dilakukan melalui formulir daring di syiar.id/view/82 paling lambat 10 Sya’ban dengan melampirkan sertifikat tahfidz dan surat rekomendasi dari KUA Kemuning.
Bagaimana rute transportasi umum tercepat dari Bandara SMB II menuju Masjid Raya Palembang?
Dari Bandara SMB II naik Taksi Bandara ke Terminal Ampera (30 menit), lalu transit Trans Musi Koridor 3 turun di halte Kemuning Raya (15 menit), dan berjalan kaki 200 meter ke arah Jl. Torpedo No.1d hingga mencapak gerbang Masjid Raya; total biaya sekitar Rp 60 ribu dan membutuhkan waktu maksimal 50 menit tanpa macet.