Masjid di Surakarta, Indonesia: 10 Tempat Ibadah Bersejarah yang Wajib Dikunjungi

Surakarta, kota budaya di jantung Jawa, menyimpan sejumlah masjid bersejarah yang tak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga saksi bisu perjalanan Islam di Nusantara. Dari arsitektur khas kolonial hingga ornamen Jawa klasik, setiap masjid mencerminkan akulturasi budaya dan spiritualitas yang kaya. Bagi pelancong religius maupun pecinta sejarah, mengunjungi sepuluh masjid ikonik ini bakal menawarkan pengalaman tak terlupakan: temukan cerita para wali, nikmati ketenangan ruang suci, serta abadikan momen langka di bangunan tua yang masih berdiri kokoh hingga kini.
- 10 Masjid Bersejarah di Surakarta yang Menyimpan Kisah Perjuangan dan Keindahan Arsitektur
- Keunikan Arsitektur dan Nilai Sejarah di Balik 10 Masjid Tua Surakarta
- Menelusuri Jejak Wali Songo di Masjid Agung Surakarta
- Masjid Manahan: Perpaduan Gaya Hindia Belanda dan Islam Klasik
- Kejutan Artistik di Masjid Al-WustHOQ, Kampung Batik Laweyan
- Warisan Mataram di Masjid Kauman: Simbol Kesetaraan Sosial
- Masjid Al-Mukminin: Transformasi dari Gereja Tua ke Tempat Sujud
- Informasi lebih lanjut
10 Masjid Bersejarah di Surakarta yang Menyimpan Kisah Perjuangan dan Keindahan Arsitektur
Masjid Agung Kraton Surakarta
Jl. Masjid Agung No.1, Kauman, Kec. Ps. Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57122, Indonesia
+62 271 643363
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Surakarta
Jl. A. Yani No.121, Gilingan, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57134, Indonesia
+62 811-2902-666
| Senin | 03.00–21.00 |
| Selasa | 03.00–21.00 |
| Rabu | 03.00–21.00 |
| Kamis | 03.00–21.00 |
| Jumat | 03.00–21.00 |
| Sabtu | 03.00–21.00 |
| Minggu | 03.00–21.00 |
Masjid Al Wustho Mangkunegaran
Jl. Kartini No.3, Ketelan, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57132, Indonesia
+62 271 634648
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Masjid Laweyan
Jl. Liris No.1, Belukan, Pajang, Kec. Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57146, Indonesia
None
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Masjid Sholihin
Jl. Gajahmada No.97, Punggawan, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57132, Indonesia
None
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Masjid Raya Fatimah
CRG9+HQW, Jayengan, Kec. Serengan, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57152, Indonesia
None
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Masjid Nurul Iman Kalitan
Jalan Kalitan Penumping Laweyan, Timuran, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57141, Indonesia
None
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Masjid Jami' Assagaf
Jl. Kapten Mulyadi No.190, Ps. Kliwon, Kec. Ps. Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57118, Indonesia
+62 271 631985
| Senin | 04.00–19.30 |
| Selasa | 07.00–19.30 |
| Rabu | 04.00–19.30 |
| Kamis | 04.00–19.30 |
| Jumat | 04.00–19.30 |
| Sabtu | 04.00–19.30 |
| Minggu | 04.00–19.30 |
Masjid Riyadh
CR8H+XW7, Jl. Ibu Pertiwi, Ps. Kliwon, Kec. Ps. Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57118, Indonesia
None
| Senin | 04.00–21.00 |
| Selasa | 04.00–21.00 |
| Rabu | 04.00–21.00 |
| Kamis | 04.00–21.00 |
| Jumat | 04.00–21.00 |
| Sabtu | 04.00–21.00 |
| Minggu | 04.00–21.00 |
Masjid Kota Barat Surakarta
Jl. Doktor Moewardi No.24, Penumping, Kec. Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57142, Indonesia
None
Keunikan Arsitektur dan Nilai Sejarah di Balik 10 Masjid Tua Surakarta
Surakarta tidak hanya kaya akan budaya keraton dan kesenian tradisional, tetapi juga menyimpan warisan islam berupa masjid-masjid tua yang memiliki nilai sejarah tinggi; setiap bangunan menampilkan perpaduan arsitektur Jawa, Islam, dan kolonial yang tercermin pada penggunaan batu bata merah, ukiran kayu jati, serta kaligrafi Arab kuno pada dinding dan mihrab, sehingga selain menjadi tempat ibadah, masjid-masjid ini berfungsi sebagai museum hidup yang menceritakan perkembangan Islam di wilayah sungai Solo sejak abad ke-16 hingga masa kemerdekaan.
Menelusuri Jejak Wali Songo di Masjid Agung Surakarta
Masjid Agung Surakarta yang berdiri tahun 1763 atas perintah Susuhunan Pakubuwono III menjadi saksi bisu penyebaran Islam di Solo karena di lokasi ini diyakini pernah singgah Syekh Abdurrahman dari kalangan Wali Songo untuk menyebarluaskan ajaran tasawwuf; bangunan utama masjid masih mempertahankan tiga tingkat atap joglo yang melambangkan tahapan spiritual manusia menuju kesempurnaan, sementara di halaman tersimpan bedug tua berusia lebih dari dua abad yang digunakan untuk menyeru kaum muslimin berkumpul sebelum adanya toa listrik.
Masjid Manahan: Perpaduan Gaya Hindia Belanda dan Islam Klasik
Dibangun pada 1873 oleh Tan Sing Hwat, seorang pedagang Tionghoa-Muslim, Masjid Manahan mencerminkan sinkretisme budaya melalui penggunaan tiang-tiang beton bergaya Neo-Klasik yang dipadukan dengan kubah berbentuk setengah telur khas Timur Tengah, serta ornamen ventilasi berlubang untuk memastikan sirkulasi udara alami tetap optimal di tengah ikuran tropis, sehingga jamaah dapat beribadah dengan nyaman tanpa pendingin ruangan meskipun kapasitasnya mencapai 1.500 orang.
Kejutan Artistik di Masjid Al-WustHOQ, Kampung Batik Laweyan
Tersembunyi di antara rumah batik berusia ratusan tahun, Masjid Al-WustHOQ yang berdiri 1932 memamerkan ukiran ukiran dari industri rumahan batik berupa motif parang dan kawung yang menghiasi pintu masjid, serta mimbar kayu yang dihiasi tatahan lembut memperlihatkan identitas lokal yang kuat, sehingga wisatawan dapat menyaksikan bagaimana seni Islam beradaptasi dengan budaya Jawa tanpa menghilangkan nilai-nilai ketauhidan.
Warisan Mataram di Masjid Kauman: Simbol Kesetaraan Sosial
Masjid Kauman yang didirikan Pangeran Adipati Suryamenggolo pada 1756 memiliki serambi terbuka tanpa dinding untuk menandakan bahwa tempat ibadah ini milik semua kalangan, baik priyayi, pedagang, maupun wong cilik, dan konon Kyai Ageng Muhammad Shaleh pernah menjadi imam pertama yang juga berperan sebagai guru ngaji bagi anak-anak yatim, menjadikan masjid ini sebagai pusat pendidikan Islam pertama di kota Solo yang tetap mempertahankan tradisi pengajian malam Jumat dengan pembacaan shalawat Nariyah secara berjamaah.
Masjid Al-Mukminin: Transformasi dari Gereja Tua ke Tempat Sujud
Sebuah kisah unik terjadi di Masjid Al-Mukminin yang awalnya merupakan gereja Kristen Protestan dibuat oleh misi Zending pada 1850-an, namun setelah bangunan itu ditinggalkan pada masa kemerdekaan, komunitas Muslim setempat membelinya dan melakukan rekonstruksi simbolik dengan menambah kubah berwarna emas serta menara setinggi 18 meter tanpa merusak arsitektur Gotik aslinya, sehingga tercipta identitas religius baru yang menunjukkan toleransi dan dinamika sejarah masyarakat Solo.

Informasi lebih lanjut
Apa saja masjid bersejarah yang wajib dikunjungi di Surakarta?
Surakarta memiliki beberapa masjid bersejarah yang menjadi cagar budaya, di antaranya Masjid Agung Surakarta yang dibangun pada 1763 oleh Pakubuwono III di kompleks Keraton Kasunanan, Masjid Al-Wustho di Kampung Batik Laweyan yang berdiri tahun 1917 dengan gaya arsitektur Jawa-Eropa, serta Masjid Al-Islam di Pasar Gede yang menjadi saksi bisnis kraton hingga kini tetap ramai jamaah.
Jam berapa masjid-masjid di Surakarta biasanya buka untuk umum?
Secara umum, masjid di Surakarta buka 24 jam karena berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi petugas pengelola biasanya hadir mulai 04.00 WIB untuk persiapan subuh hingga setelah isya sekitar pukul 21.00 WIB; wisatawan dianjurkan datang di antara sholat lima waktu agar bisa berinteraksi dengan jamaah sekaligus menikmati suasana spiritual khas kota batik.
Apakah masjid di Surakarta menyediakan mukena dan sarung untuk wisatawan?
Sebagian besar masjid utama seperti Masjid Agung dan Masjid Al-Wukla menyediakan mukena, sarung, dan kerudung secara gratis di loket penitipan sebelum memasuki area sholat; pengunjung hanya perlu menyerahkan kartu identitas sebagai jaminan pengembalian, sedangkan masjid kecil di kampung biasanya meminjamkan melalui takmir yang sedang bertugas.
Bagaimana cara mencapai Masjid Agung Surakarta dari Stasiun Balapan?
Dari Stasiun Balapan Solo, jarak ke Masjid Agung sekitar 3 kilometer; paling praktis naik batik solo trans koridor 1 turun di halte Veteran, lalu jalan kaki 300 meter ke arah timur, atau naik ojek daring dengan tarif sekitar Rp12 ribu dan waktu tempuh 10-15 menit tergantung kondisi lalu lintas.
Jika Anda ingin melihat artikel lain yang serupa dengan Masjid di Surakarta, Indonesia: 10 Tempat Ibadah Bersejarah yang Wajib Dikunjungi, Anda dapat mengunjungi kategori Masjid Per Kota.
