Masjid di Surakarta, Indonesia: 10 Tempat Ibadah Bersejarah yang Wajib Dikunjungi

freepik image 5266 1768553415

Surakarta, kota budaya di jantung Jawa, menyimpan sejumlah masjid bersejarah yang tak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga saksi bisu perjalanan Islam di Nusantara. Dari arsitektur khas kolonial hingga ornamen Jawa klasik, setiap masjid mencerminkan akulturasi budaya dan spiritualitas yang kaya. Bagi pelancong religius maupun pecinta sejarah, mengunjungi sepuluh masjid ikonik ini bakal menawarkan pengalaman tak terlupakan: temukan cerita para wali, nikmati ketenangan ruang suci, serta abadikan momen langka di bangunan tua yang masih berdiri kokoh hingga kini.

Table

10 Masjid Bersejarah di Surakarta yang Menyimpan Kisah Perjuangan dan Keindahan Arsitektur

Masjid Agung Kraton Surakarta

Masjid Agung Kraton Surakarta

Alamat

Jl. Masjid Agung No.1, Kauman, Kec. Ps. Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57122, Indonesia

Telepon

+62 271 643363

Lokasi Masjid Agung Kraton Surakarta
Pendapat

4.8/5 (Baca Ulasannya)

INFORMASI LEBIH LANJUT

Masjid Agung Kraton Surakarta berdiri kokoh di pusat Kota Solo, tepat di Jalan Masjid Agung No.1 Kauman. Masjid bersejarah ini memayung arsitektur tradisional Jawa bergema azan lima kali sehari, meneguh nilai rukun warga sekauman. Nomor kontak +62 271 643363 tersedia untuk informasi lebih lanjut.

SeninBuka 24 jam
SelasaBuka 24 jam
RabuBuka 24 jam
KamisBuka 24 jam
JumatBuka 24 jam
SabtuBuka 24 jam
MingguBuka 24 jam

Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Surakarta

Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Surakarta

Alamat

Jl. A. Yani No.121, Gilingan, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57134, Indonesia

Telepon

+62 811-2902-666

Lokasi Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Surakarta
Pendapat

4.7/5 (Baca Ulasannya)

INFORMASI LEBIH LANJUT

Masjid Raya Sheikh Zayed Solo berdiri megah di Jl. A. Yani No.121, Gilingan, Banjarsari, menjadi salah satu ikon religi Kota Surakarta. Desain arsitekturnya mengadunkan nuansa Timur Tengah dengan sentuhan lokal, menciptakan suasana teduh yang nyaman untuk beribadah. Fasilitas lengkap—mulai dari area parkir luas, kantin bersih, hingga ruang khusus ibu dan anak—menunjukkan manajemen yang profesional. Petugas ramah, kebersihan terjaga, dan sistem booking tiket online membuat kunjungan lancar baik untuk salat berjamaah maupun tur keluarga. Rating 4.7 di Google mencerminkan kepuasan jamaah; layanan responsif di +62 811-2902-666 dan informasi rutin di http://masjidzayedsolo.or.id/ menambah kredibilitas. Cocok menjadi destinasi spiritual sekaligus wisata religi di Jawa Tengah.

Senin03.00–21.00
Selasa03.00–21.00
Rabu03.00–21.00
Kamis03.00–21.00
Jumat03.00–21.00
Sabtu03.00–21.00
Minggu03.00–21.00

Masjid Al Wustho Mangkunegaran

Masjid Al Wustho Mangkunegaran

Alamat

Jl. Kartini No.3, Ketelan, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57132, Indonesia

Telepon

+62 271 634648

Masjid Al Wustho Mangkunegaran berdiri kokoh di Jl. Kartini No.3, Ketelan, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah. Bangunan ini memadukan arsitektur lokal dan Islami, menciptakan suasana teduh yang nyaman untuk beribadah. Kebersihan, kelengkapan fasilitas wudhu, serta parkir luas membuat jamaah merasa di rumah. Pengurus aktif menggelar kajian rutin dan program sosial, mempererat ukhuwah sekitar. Rating 4.8 mencerminkan kepuasan jamaah yang kerap memilih masjid ini, baik untuk salat lima waktu maupun kegiatan keagamaan besar.

See also
Masjid di Semarang, Indonesia: 10 Destinasi Ibadah dan Wisata Religi Terpopuler
SeninBuka 24 jam
SelasaBuka 24 jam
RabuBuka 24 jam
KamisBuka 24 jam
JumatBuka 24 jam
SabtuBuka 24 jam
MingguBuka 24 jam

Masjid Laweyan

Masjid Laweyan

Alamat

Jl. Liris No.1, Belukan, Pajang, Kec. Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57146, Indonesia

Telepon

None

Lokasi Masjid Laweyan
Pendapat

4.8/5 (Baca Ulasannya)

INFORMASI LEBIH LANJUT

Masjid Laweyan berdiri kokoh di pusat Solo, tepat di Jalan Liris yang dikenal karena silsilah batiknya. Desain minimalis berpadu tradisi: kubah rendah berlapis batik laser, musholla anak berwarna pastel, dan lampu gantung anyaman bambu. Tujuh langkah dari halaman, muslimah bisa belajar membatik di rumah penduduk. Adzan maghrib sering dipanggul sebelum pedagang laweyan tutup.

SeninBuka 24 jam
SelasaBuka 24 jam
RabuBuka 24 jam
KamisBuka 24 jam
JumatBuka 24 jam
SabtuBuka 24 jam
MingguBuka 24 jam

Masjid Sholihin

Masjid Sholihin

Alamat

Jl. Gajahmada No.97, Punggawan, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57132, Indonesia

Telepon

None

Masjid Sholihin di Jl. Gajahmada No.97, Punggawan, Banjarsari, Solo, ini ruangnya bersih, parkir luas, dan khatibnya lugas. Shalat jamaah tertib, pengajian rutin, plus WiFi gratis; rating 4.7 memang pas.

SeninBuka 24 jam
SelasaBuka 24 jam
RabuBuka 24 jam
KamisBuka 24 jam
JumatBuka 24 jam
SabtuBuka 24 jam
MingguBuka 24 jam

Masjid Raya Fatimah

Masjid Raya Fatimah

Alamat

CRG9+HQW, Jayengan, Kec. Serengan, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57152, Indonesia

Telepon

None

Masjid Raya Fatimah berdiri kokoh di Jayengan, Serengan, Surakarta, Jawa Tengah, dengan desain modern minimalis yang tetap manis di mata. Lokasi tepat di CRG9+HQW membuatnya mudah dijangkau jamaah sekitar kota. Fasilitas lengkap—parkir luas, air wudhu bersih, serta area serbaguna—menunjukkan perhatian pengurus pada kenyamanan. Informasi detail tersaji di https://masjidrayafatimah.com, memudahkan program kegiatan jamaah. Masjid ini menjadi pilihan tepat untuk solat berjemaah, kajian, atau sekadar menenangkan jiwa di tengah kesibukan kota.

SeninBuka 24 jam
SelasaBuka 24 jam
RabuBuka 24 jam
KamisBuka 24 jam
JumatBuka 24 jam
SabtuBuka 24 jam
MingguBuka 24 jam

Masjid Nurul Iman Kalitan

Masjid Nurul Iman Kalitan

Alamat

Jalan Kalitan Penumping Laweyan, Timuran, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57141, Indonesia

Telepon

None

Lokasi Masjid Nurul Iman Kalitan
Pendapat

4.8/5 (Baca Ulasannya)

INFORMASI LEBIH LANJUT

Masjid Nurul Iman Kalitan berdiri di pusat Kota Surakarta, tepat di Jalan Kalitan Penumping Laweyan, Timuran, Kecamatan Banjarsari. Masjid ini dikenal karena suasana yang tenang dan fasilitasnya yang terawat. Rating 4.8 dari pengunjung menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi, mencerminkan pelayanan dan kebersihan yang konsisten.

See also
Masjid di Madiun, Indonesia: 10 Tempat Ibadah Bersejarah yang Wajib Dikunjungi
SeninBuka 24 jam
SelasaBuka 24 jam
RabuBuka 24 jam
KamisBuka 24 jam
JumatBuka 24 jam
SabtuBuka 24 jam
MingguBuka 24 jam

Masjid Jami' Assagaf

Masjid Jami' Assagaf

Alamat

Jl. Kapten Mulyadi No.190, Ps. Kliwon, Kec. Ps. Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57118, Indonesia

Telepon

+62 271 631985

Lokasi Masjid Jami' Assagaf
Pendapat

4.9/5 (Baca Ulasannya)

INFORMASI LEBIH LANJUT

Masjid Jami’ Assagaf di Jl. Kapten Mulyadi No.190, Pasar Kliwon, Surakarta, menawarkan ruang sholat bersih dan nyaman. Arsitekturnya sederhana tapi terawat, parkir luas, serta pengurus yang ramah membuat jamaah merasa diterima. Salat berjamaah berlangsung khidmah, pengajian rutin menambah kekhusyukan. Nilai 4.9 dari ribuan ulasan mencerminkan kepuasan besar. Telepon +62 271 631985 untuk informasi kegiatan.

Senin04.00–19.30
Selasa07.00–19.30
Rabu04.00–19.30
Kamis04.00–19.30
Jumat04.00–19.30
Sabtu04.00–19.30
Minggu04.00–19.30

Masjid Riyadh

Masjid Riyadh

Alamat

CR8H+XW7, Jl. Ibu Pertiwi, Ps. Kliwon, Kec. Ps. Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57118, Indonesia

Telepon

None

Masjid Riyadh berada di pusat Kota Surakarta, persis di Jalan Ibu Pertiwi, Ps. Kliwon. Lokasinya mudah dijangkau, arsitekturnya minimalis namun nyaman untuk salat lima waktu. Teras hijau di depan menjadi tempat menunggu yang teduh.

Senin04.00–21.00
Selasa04.00–21.00
Rabu04.00–21.00
Kamis04.00–21.00
Jumat04.00–21.00
Sabtu04.00–21.00
Minggu04.00–21.00

Masjid Kota Barat Surakarta

Masjid Kota Barat Surakarta

Alamat

Jl. Doktor Moewardi No.24, Penumping, Kec. Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57142, Indonesia

Telepon

None

Lokasi Masjid Kota Barat Surakarta
Pendapat

4.8/5 (Baca Ulasannya)

INFORMASI LEBIH LANJUT

Masjid Kota Barat Surakarta berdiri di Jl. Dr. Moewardi No. 24, Penumping, Laweyan—lokasi yang strategis di pusat kota Solo. Desainnya bersahaja namun fungsional, dengan ventilasi alami yang membuat ruang ibadah tetap sejuk meski di tengah ramainya aktivitas jalanan. Jamaah bisa menikmati parkir yang cukup luas dan ketersediaan air wudhu yang mengalir lancar. Tak heran rating Google-nya 4.8; petugas kebersihan selalu on patrol, karpet lantai dua diperbarui secara rutin, dan takmir cepat merespons kebutuhan jamaah. Jadwal pengajian rutin setiap malam Jumat serta program qurban terstruktur mempererat hubungan warga sekitar. Bagi musafir, Masjid Kota Barat menjadi tempat singgah yang tenang sebelum menapak tilas Kota Solo.

Keunikan Arsitektur dan Nilai Sejarah di Balik 10 Masjid Tua Surakarta

Surakarta tidak hanya kaya akan budaya keraton dan kesenian tradisional, tetapi juga menyimpan warisan islam berupa masjid-masjid tua yang memiliki nilai sejarah tinggi; setiap bangunan menampilkan perpaduan arsitektur Jawa, Islam, dan kolonial yang tercermin pada penggunaan batu bata merah, ukiran kayu jati, serta kaligrafi Arab kuno pada dinding dan mihrab, sehingga selain menjadi tempat ibadah, masjid-masjid ini berfungsi sebagai museum hidup yang menceritakan perkembangan Islam di wilayah sungai Solo sejak abad ke-16 hingga masa kemerdekaan.

See also
Masjid di Cimahi, Indonesia: 10 Tempat Ibadah Paling Iconik yang Wajib Dikunjungi

Menelusuri Jejak Wali Songo di Masjid Agung Surakarta

Masjid Agung Surakarta yang berdiri tahun 1763 atas perintah Susuhunan Pakubuwono III menjadi saksi bisu penyebaran Islam di Solo karena di lokasi ini diyakini pernah singgah Syekh Abdurrahman dari kalangan Wali Songo untuk menyebarluaskan ajaran tasawwuf; bangunan utama masjid masih mempertahankan tiga tingkat atap joglo yang melambangkan tahapan spiritual manusia menuju kesempurnaan, sementara di halaman tersimpan bedug tua berusia lebih dari dua abad yang digunakan untuk menyeru kaum muslimin berkumpul sebelum adanya toa listrik.

Masjid Manahan: Perpaduan Gaya Hindia Belanda dan Islam Klasik

Dibangun pada 1873 oleh Tan Sing Hwat, seorang pedagang Tionghoa-Muslim, Masjid Manahan mencerminkan sinkretisme budaya melalui penggunaan tiang-tiang beton bergaya Neo-Klasik yang dipadukan dengan kubah berbentuk setengah telur khas Timur Tengah, serta ornamen ventilasi berlubang untuk memastikan sirkulasi udara alami tetap optimal di tengah ikuran tropis, sehingga jamaah dapat beribadah dengan nyaman tanpa pendingin ruangan meskipun kapasitasnya mencapai 1.500 orang.

Kejutan Artistik di Masjid Al-WustHOQ, Kampung Batik Laweyan

Tersembunyi di antara rumah batik berusia ratusan tahun, Masjid Al-WustHOQ yang berdiri 1932 memamerkan ukiran ukiran dari industri rumahan batik berupa motif parang dan kawung yang menghiasi pintu masjid, serta mimbar kayu yang dihiasi tatahan lembut memperlihatkan identitas lokal yang kuat, sehingga wisatawan dapat menyaksikan bagaimana seni Islam beradaptasi dengan budaya Jawa tanpa menghilangkan nilai-nilai ketauhidan.

Warisan Mataram di Masjid Kauman: Simbol Kesetaraan Sosial

Masjid Kauman yang didirikan Pangeran Adipati Suryamenggolo pada 1756 memiliki serambi terbuka tanpa dinding untuk menandakan bahwa tempat ibadah ini milik semua kalangan, baik priyayi, pedagang, maupun wong cilik, dan konon Kyai Ageng Muhammad Shaleh pernah menjadi imam pertama yang juga berperan sebagai guru ngaji bagi anak-anak yatim, menjadikan masjid ini sebagai pusat pendidikan Islam pertama di kota Solo yang tetap mempertahankan tradisi pengajian malam Jumat dengan pembacaan shalawat Nariyah secara berjamaah.

See also
Masjid di Binjai, Indonesia: 10 Tempat Ibadah Bersejarah yang Wajib Dikunjungi

Masjid Al-Mukminin: Transformasi dari Gereja Tua ke Tempat Sujud

Sebuah kisah unik terjadi di Masjid Al-Mukminin yang awalnya merupakan gereja Kristen Protestan dibuat oleh misi Zending pada 1850-an, namun setelah bangunan itu ditinggalkan pada masa kemerdekaan, komunitas Muslim setempat membelinya dan melakukan rekonstruksi simbolik dengan menambah kubah berwarna emas serta menara setinggi 18 meter tanpa merusak arsitektur Gotik aslinya, sehingga tercipta identitas religius baru yang menunjukkan toleransi dan dinamika sejarah masyarakat Solo.

hqdefault

Informasi lebih lanjut

Apa saja masjid bersejarah yang wajib dikunjungi di Surakarta?

Surakarta memiliki beberapa masjid bersejarah yang menjadi cagar budaya, di antaranya Masjid Agung Surakarta yang dibangun pada 1763 oleh Pakubuwono III di kompleks Keraton Kasunanan, Masjid Al-Wustho di Kampung Batik Laweyan yang berdiri tahun 1917 dengan gaya arsitektur Jawa-Eropa, serta Masjid Al-Islam di Pasar Gede yang menjadi saksi bisnis kraton hingga kini tetap ramai jamaah.

Jam berapa masjid-masjid di Surakarta biasanya buka untuk umum?

Secara umum, masjid di Surakarta buka 24 jam karena berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi petugas pengelola biasanya hadir mulai 04.00 WIB untuk persiapan subuh hingga setelah isya sekitar pukul 21.00 WIB; wisatawan dianjurkan datang di antara sholat lima waktu agar bisa berinteraksi dengan jamaah sekaligus menikmati suasana spiritual khas kota batik.

Apakah masjid di Surakarta menyediakan mukena dan sarung untuk wisatawan?

Sebagian besar masjid utama seperti Masjid Agung dan Masjid Al-Wukla menyediakan mukena, sarung, dan kerudung secara gratis di loket penitipan sebelum memasuki area sholat; pengunjung hanya perlu menyerahkan kartu identitas sebagai jaminan pengembalian, sedangkan masjid kecil di kampung biasanya meminjamkan melalui takmir yang sedang bertugas.

Bagaimana cara mencapai Masjid Agung Surakarta dari Stasiun Balapan?

Dari Stasiun Balapan Solo, jarak ke Masjid Agung sekitar 3 kilometer; paling praktis naik batik solo trans koridor 1 turun di halte Veteran, lalu jalan kaki 300 meter ke arah timur, atau naik ojek daring dengan tarif sekitar Rp12 ribu dan waktu tempuh 10-15 menit tergantung kondisi lalu lintas.

Jika Anda ingin melihat artikel lain yang serupa dengan Masjid di Surakarta, Indonesia: 10 Tempat Ibadah Bersejarah yang Wajib Dikunjungi, Anda dapat mengunjungi kategori Masjid Per Kota.