Masjid di Binjai, Indonesia: 10 Tempat Ibadah Bersejarah yang Wajib Dikunjungi

Binjai, kota yang tenang di provinsi Sumatera Utara, menyimpan kekayaan arsitektur Islam yang langka. Dari masjid peninggalan Kesultanan Langkat hinggapun bangunan kolonial berarsitektur Timur Tengah, sepuluh rumah ibadah ini menjadi saksi perjalanan spiritual masyarakat sejak abad ke-19. Setiap menara, kubah, dan ukiran kayunya menyimpan narasi penyebaran Islam, perdagangan rempah, hingga perjuangan kemerdekaan. Berwisata religi ke masjid-masjid bersejarah Binjai tak sekadar beribadah, tetapi juga menelusuri jejak budaya Melayu, Arab, serta kekhasan lokal yang membangun identitas kota pelabuhan ini.
- 10 Masjid Bersejarah di Binjai yang Wajib Dikunjungi
- Menelusuri Keunikan Arsitektur dan Kisah di Balik Setiap Masjid Bersejarah Binjai
- Keistimewaan Masjid Agung Binjai yang Dibangun oleh Tionghoa Muslim pada 1910
- Peran Masjid Raya Al-Furqon sebagai Pusul Pelatihan Qira'ah di Era 1950-an
- Makna Simbolis Ukiran Sulur Padi di Masjid Lama Kampung Baru
- Inovasi Ramah Lingkungan Masjid Darussalam yang Menggunakan Panel Surya Sejak 1998
- Cerita Para Kiai Penerus yang Menyebar dari Masjid Syuhada hingga ke Nusantara Timur
- Informasi lebih lanjut
10 Masjid Bersejarah di Binjai yang Wajib Dikunjungi
Masjid Agung Kota Binjai
JF5W+7WF, Jl. Soekarno Hatta, Timbang Langkat, Kec. Binjai Tim., Kota Binjai, Sumatera Utara 20735, Indonesia
None
| Senin | 04.30–21.00 |
| Selasa | 04.30–21.00 |
| Rabu | 04.30–21.00 |
| Kamis | 04.30–21.00 |
| Jumat | 04.30–21.00 |
| Sabtu | 04.30–21.00 |
| Minggu | 04.30–21.00 |
Masjid Raya Kodya Binjai
Jl. Kh Wahid Hasyim No.3, Pekan Binjai, Kec. Binjai Kota, Kota Binjai, Sumatera Utara 20742, Indonesia
None
Masjid Al Fatih - Al-Qur'an Islamic Center
Jl. Lintas Medan Jl. Banda Aceh - Medan No.495, Tunggurono, Kec. Binjai Tim., Kota Binjai, Sumatera Utara 20351, Indonesia
None
Masjid Jami Al - Ihsan
JFGV+PVX, Jl. Perintis Kemerdekaan, Pahlawan, Kec. Binjai Utara, Kota Binjai, Sumatera Utara 20743, Indonesia
None
Masjid AL-HiDAYAH
Jl. Let umar baki LK VII, Kec. Binjai Bar., Kota Binjai, Sumatera Utara 20717, Indonesia
+62 822-7717-2370
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Masjid Jami' Al-Fath
JGV5+5W9, Jl. Tengku Amir Hamzah tp Y, Jati Karya, Kec. Binjai Utara, Kota Binjai, Sumatera Utara 20746, Indonesia
None
Masjid Baiturrahman
Jl. Samanhudi No.2 A, Satria, Kec. Binjai Kota, Kota Binjai, Sumatera Utara 20714, Indonesia
+62 813-9626-4058
Masjid AT TAQWA Binjai
Jl. G. Bendahara No.12, Puji Dadi, Kec. Binjai Sel., Kota Binjai, Sumatera Utara 20734, Indonesia
None
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Masjid Darussalam
Jl. Cut Nyak Dhien No.80, Tanah Tinggi, Kec. Binjai Tim., Kota Binjai, Sumatera Utara 20731, Indonesia
None
| Senin | 04.32–20.32 |
| Selasa | 04.32–20.32 |
| Rabu | 04.32–20.32 |
| Kamis | 04.32–20.32 |
| Jumat | 04.32–20.32 |
| Sabtu | 04.32–20.32 |
| Minggu | 04.32–20.32 |
Masjid Nur Akhiriyah
Jl. Danau Poso No.169, Sumber Karya, Kec. Binjai Tim., Kota Binjai, Sumatera Utara 20737, Indonesia
+62 813-6177-2787
Menelusuri Keunikan Arsitektur dan Kisah di Balik Setiap Masjid Bersejarah Binjai
Binjai, sebuah kota yang sering dilintasi peziarah menuju Tanah Karo, ternyata menyimpan masjid-masjid bersejarah yang tidak hua berfungsi sebagai tempat ibadah, namun juga menjadi saksi bisu perjalanan Islam di Sumatera Timur. Dari bentuk menara serupa pagoda hingga ukiran Melayu klasik, setiap bangunan mencerminkan percampuran budaya lokal dan pengaruh Timur Tengah yang datang melalui pelabuhan lama di ujung kanal. Di balik dinding tua yang memudar, tersimpan cerita para tokoh ulama yang berdagang rempah sambil menyebarkan dakwah, serta jejak penjajahan yang memaksa masjid berganti fungsi menjadi gudang atau markas sementara. Kehadiran 10 masjid wajib dikunjungi ini memberikan peluang wisata religi yang menyatu dengan edukasi sejarah, sekaligus memperkuat identitas kota yang selama ini lebih dikenal sebagai basis perkebunan kelapa sawit.
Keistimewaan Masjid Agung Binjai yang Dibangun oleh Tionghoa Muslim pada 1910
Masjid Agung Binjai, yang aslinya bernama Masjid Jamik, didirikan tahun 1910 oleh para pedagang Tionghoa Muslim yang bermukim di sepanjang kanal; mereka menyumbangkan ubin bergambar naga dari pabrik tebarnya sebagai simbol bahwa Islam diterima tanpa mengorbankan akar budaya. Struktur tiang utara dari kayu merbau yang tidak dipaku satu pun, tetapi disusun dengan sistem mortise tradisional Tionghoa, membuat bangunan ini tahan gempa bumi hebat 1933. Hingga kini, kaligrafi Allah dan Muhammad di mihrab masih terbuat dari lempengan tembaga buatan tangan, menghasilkan pantulan cahaya keemasan saat shalat magrib yang menjadi daya tarik fotografer religi.
Peran Masjid Raya Al-Furqon sebagai Pusul Pelatihan Qira'ah di Era 1950-an
Setelah kemerdekaan, Masjid Raya Al-Furqon berfungsi sebagai pondok pesantren kilat bagi para mantar pejuang yang ingin memperdalam ilmu tajwid; imamnya, KH. Syamsul Arifin, adalah juara qira'ah sab'ah pertama di Sumatera Timur yang kemudian mengajar sistem pembacaan Al-Qur'an tujuh gaya di serambi masjid. Arsitekturnya yang bertingkat tiga menyediakan ruang serba guna di lantai dua yang menjadi tempat lahirnya orkes Melayu modern "Sinar Melati", sehingga masjid ini bukan sekadar pusat ibadah melainkan gudang kreativitas kota. Koleksi manuskrip tafsir Al-Qur'an kuno beraksara Jawi yang disimpan di lemari besi kaca masih dipinjamkan kepada mahasiswa IAIN untuk penelitian.
Makna Simbolis Ukiran Sulur Padi di Masjid Lama Kampung Baru
Di Masjid Lama Kampung Baru, setiap papan dinding dihiasi sulur padi yang diukir menggunakan pahat Palembang, melambangkan bahwa rezeki halal datang kepada siapa pun yang menanam niat baik di tanah yang subur; motif ini dipilih oleh pendirinya, seorang ulama Minangkabang yang juga ahli agronomi, untuk mengajak jamaah meraih berkah melalui kerja keras bertani. Ukiran tersebut dipahat pada kayusondurik yang hanya dipanaskan dengan lampu tempel saat malam, sehingga menghasilkan warna cokelat merah pekat yang konon bertahan selama satu abad tanpa cat. Para pengunjung percaya bahwa menyentuh sulur padi keempat dari kiri setelah shalat Jumat akan mempermudah rezeki, tradisi yang tetap lestari meski pengurus masjid menekankan makna spiritual dibanding takhayul semata.
Inovasi Ramah Lingkungan Masjid Darussalam yang Menggunakan Panel Surya Sejak 1998
Masjid Darussaman menjadi yang pertama di Sumatera Timur yang menginstal panel surya pada 1998, hasil kerja sama Pertamina EP Cepu sebagai bagian dari program CSR pengurangan emisi; energi matahari yang dihasilkan mampu menyalakan lampu LED sebanyak 144 buah serta mengecas speaker aktif untuk adzan tanpa membebani PLN. Desain atap limas terbuka memungkinkan sirkulasi udara alami, menurunkan suhu dalam ruangan hingga 4 derajat Celsius, sehingga jamaah yang berjamaah 1.200 orang tetap nyaman tanpa pendingin ruangan.Kelebihan daya disalurkan ke rumah jorong sekitar, menciptakan hubungan sosial erat dan membuat masjid ini dijuluki "masjid berkelanjutan" oleh LSM lingkungan lokal.
Cerita Para Kiai Penerus yang Menyebar dari Masjid Syuhada hingga ke Nusantara Timur
Masjid Syuhada tercatat sebagai basis para kiai muda yang kemudian menjadi pengasuh pesantren besar di Kepulauan Riau dan Kalimantan Timur; mereka biasa bermukim di serambi kanan selama tiga bulan untuk menimba ilmu fiqh dan dakwah sebelum diberangkatkan dengan biaya yayasinya. Dinding marmer putih yang terlihat baru sebenarnya adalah batu Bacan hasi sumbangan mantan jamaah yang menjadi pengusaha tambang, dipasang pada 2005 sebagai penghorm

Informasi lebih lanjut
Apa saja masjid ikonik yang wajib dikunjungi di Binjai?
Masjid Agung Binjai dan Masjid Raya Al-Hikmah menjadi dua ikon utama; keduanya memiliki arsitektur unhur dan tampak megah saat malam, sehingga cocok untuk wisata religi maupun dokumentasi.
Bagaimana cara mencapai masjid-masjid utama jika saya naik kereta dari Medan?
Turun di Stasiun Bandar Khalipah, lalu naik ojek daring sekitar 15 menit ke pusat kota; semua masjid utama berada dalam radius 3 km dari Alun-Alun Binjai, memudahkan navigasi.
Apakah masjid di Binjai menyediakan program ngaji malam untuk anak muda?
Banyak masjid, khususnya Masjid Darussalam, mengadakan ngaji malam jumat dan kajian remaja setelah Isya dengan modul interaktif serta snack gratis.
Kapan waktu terbaik berkunjung agar bisa menikmati suasana tenang tanpa padat jamaah?
Datang antara zhuhur dan ashar pada hari biasa; suasana relatif sepi, petugas masjid ramah, dan Anda bisa melihat detil arsitektur serta membaca Al-Qur`an dengan tenang.
Jika Anda ingin melihat artikel lain yang serupa dengan Masjid di Binjai, Indonesia: 10 Tempat Ibadah Bersejarah yang Wajib Dikunjungi, Anda dapat mengunjungi kategori Masjid Per Kota.
