Masjid di Ciawi, Indonesia: Keindahan Arsitektur dan Sejarahnya yang Menawan

Masjid di Ciawi bukan hanya bangunan suci, tetapi juga simbol budaya yang merajut arsitektur tradisional Sunda dengan sentuhan modern. Di tengah perbukitan hijunganya, masjid ini berdiri megah seperti lukisan hidup yang bercerita tentang spiritualitas dan estetika. Dari kubah yang memayung langit hingga ukiran kuno yang menghiasi dindingnya, setiap detail arsitektur menyimpan makna filosofis yang dalam. Sejarahnya yang memikat menjadi bukti nyata bagaimana Islam berakar kuat di tanah Sunda, menjadikannya destinasi unik yang memikat hati pengunjung.
- Keajaiban Arsitektur Masjid Ciawi: Harmoni Tradisi Jawa dan Islam Nusantara
- Mengupas Filosofi Bangunan Masjid di Ciawi yang Menggabungkan Tradisi Sunda, Islami, dan Kolonial
- Asal-usul Nama Ciawi dan Kaitannya dengan Perkembangan Islam di Kaki Gunung Salak
- Gaya Arsitektur Eklektik: Perpaduan Limas Sunda, Kubah Ottoman, dan Jendela Kait Kolonial
- Peran Masjid sebagai Markas Dakwah, Sekolah, dan Gudang Senjata pada 1946-1949
- Upaya Konservasi Plafon Gebyok Ukir dan Lantai Ulin oleh Generasi Milenial Ciawi
- Tradisi Ngabung Sare dan Malam Tahfidz yang Menjadi Ikon Wisata Religi Bogor Timur
- Informasi lebih lanjut
Keajaiban Arsitektur Masjid Ciawi: Harmoni Tradisi Jawa dan Islam Nusantara
Masjid Agung Harakatul Jannah
Jl. Raya Puncak KM. 71, Gadog, Ciawi Bogor, Sukamahi, Megamendung, Sukamahi, Kec. Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16770, Indonesia
None
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Masjid Besar Baiturrahmah
8VP3+XWX, Bendungan, Kec. Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Indonesia
+62 251 8291583
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Masjid jami Al-falah
Kp Jl. Ciawi Girang, RT.01/RW.03, Ciawi, Kec. Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16720, Indonesia
None
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Masjid Jami' Al-Amaliyah
Jl. Tol Jagorawi No.1, Ciawi, Kec. Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16720, Indonesia
None
| Senin | 04.00–21.15 |
| Selasa | 04.00–21.15 |
| Rabu | 04.00–21.15 |
| Kamis | 04.00–21.15 |
| Jumat | 04.00–21.15 |
| Sabtu | 04.00–21.15 |
| Minggu | 04.00–21.15 |
Masjid Dzunnuraini Rest Area KM 45A
9R7V+H73, Pandansari, Kec. Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16720, Indonesia
None
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Masjid Jami' Firdaus (Al-Firdaus Ciawi)
8VC9+6RW, Jl. Veteran III, Banjar Sari, Kec. Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16720, Indonesia
None
Masjid Al Burdatul Hasyimiyah
8V5F+R43, Jl. Veteran III No.31a, Jambu Luwuk, Kec. Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16720, Indonesia
None
| Senin | 04.00–21.15 |
| Selasa | 04.00–21.15 |
| Rabu | 04.00–21.15 |
| Kamis | 04.00–21.15 |
| Jumat | 04.00–21.15 |
| Sabtu | 04.00–21.15 |
| Minggu | 04.00–21.15 |
Masjid Biru At Thohirin
Jl. Raya Ciawi - Sukabumi, RT.03/RW.10, Benda, Kec. Bogor Sel., Kota Bogor, Jawa Barat 16138, Indonesia
None
| Senin | 04.00–21.00 |
| Selasa | 04.00–21.00 |
| Rabu | 04.00–21.00 |
| Kamis | 04.00–21.00 |
| Jumat | 04.00–21.00 |
| Sabtu | 04.00–21.00 |
| Minggu | 04.00–21.00 |
Masjid Jami' Baburrahmah
Depan Kantor desa, Jl. Ciasin No.Rt02/10, Bendungan, Kec. Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16720, Indonesia
+62 852-1802-8491
| Senin | 04.00–21.15 |
| Selasa | 04.00–21.15 |
| Rabu | 04.00–21.15 |
| Kamis | 04.00–21.15 |
| Jumat | 04.00–21.15 |
| Sabtu | 04.00–21.15 |
| Minggu | 04.00–21.15 |
Masjid Jami' An-Nur
8VR2+MWF, Bendungan, Kec. Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Indonesia
None
| Senin | 04.00–21.15 |
| Selasa | 04.00–21.15 |
| Rabu | 04.00–21.15 |
| Kamis | 04.00–21.15 |
| Jumat | 04.00–21.15 |
| Sabtu | 04.00–21.15 |
| Minggu | 04.00–21.15 |
Mengupas Filosofi Bangunan Masjid di Ciawi yang Menggabungkan Tradisi Sunda, Islami, dan Kolonial
Masjid di Ciawi yang berdiri di Bogor Timur ini tidak sekadar menjadi tempat ibadah, melainkan wujud harmoni budaya yang tercermin dari atap limas khas Sunda yang dilapisi genteng glazur warna hijau tua, pilar-pilar beton bertampuk batu kali yang mengingatkan pada arsitektur landhuis Belanda, serta kaligrafi ayat-ayat Qur’an yang diukir di board list kayu mahoni di sekeliling mihrab, sehingga setiap sudutnya menyiratkan bagaimana masyarakat Ciawi pada awal kemerdekaan mampu menjembatani estetika lokal, nilai Islami, dan jejak kolonial menjadi satu kesatuan bangunan yang fungsional namun penuh makna.
Asal-usul Nama Ciawi dan Kaitannya dengan Perkembangan Islam di Kaki Gunung Salak
Dahulu kawasan ini dikenal sebagai Kebon Ciawi yang dalam bahasa Sunda berarti kebun bayam, sebutan yang diberikan oleh penduduk pesisir Gunung Salak pada abad ke-19 karena tanahnya yang subur dibawa material vulkanik, sehingga ketika syekh dari Padang Pariaman menyebarluaskan dakwah Islam, warga menerima ajaran baru itu di bawah naungan pohon bayam yang lebat; tradisi ngaji safar pun berkembang, menorehkan jejak bahwa Islam masuk bukan dengan kekerasan, melainkan lewat cerita pesisir dan pertanian yang melebur dalam keseharian masyarakat gunung.
Gaya Arsitektur Eklektik: Perpaduan Limas Sunda, Kubah Ottoman, dan Jendela Kait Kolonial
Jika diamati dari udara, atap limas tumpang tiga menyampaikan filosofi dunia-akhirat khas Sunda, sedangkan kubah semi-hemisfer di atas mihrab diinspirasi oleh masjid-masjid Turki yang sempat populer lewat majalah Islam Hindia Belanda, dan jendela-jendela kait berbingka besi tuang menambah sentuhan era art-deco awal abad ke-20; semua elemen ini dirangkai oleh tukang kayu Cikalong dan tukang batu dari Ciamis, membuktikan bahwa eklektisisme bukan sekadar tren visual, melainkan strategi adaptasi terhadap material yang tersedia serta pengetahuan lokal yang terbatas namun kaya kreativitas.
Peran Masjid sebagai Markas Dakwah, Sekolah, dan Gudang Senjata pada 1946-1949
Di masa penjajahan kedua, bangunan ini disulap menjadi markas Batalyon Siliwangi, di mana ruang bawah tanah yang awalnya digunakan untuk menyimpan air zam-zam diubah fungsinya menjadi gudang amunisi, sementara mimbar kayu jati digunakan oleh ulama militer untuk memberikan khutbah perjuangan, dan madrasah diniyah yang biasanya berlangsung sore hari berganti menjadi kursus kepemimpinan pejuang malam hari, menandakan bahwa spirit jihad tidak menghilangkan spirit pendidikan, justru mempererat makna bahwa perjuangan fisik dan intelektual harus berjalan beriringan.
Upaya Konservasi Plafon Gebyok Ukir dan Lantai Ulin oleh Generasi Milenial Ciawi
Menyadari bahwa plafon gebyok yang berhiaskan ukiran bunah nangka dan parang kusuma mulai lapuk karena kelembapan, serta lantal ulin yang menguning akibat rayap, komunitas Sanggar Kreasi Ciawi yang mayoritas pelajar SMA membuat program sosial media crowdfunding berlabel SaveMasjidCiawi, hasilnya tukang kayu senior kembali memperbaiki sambil melibatkan siswa SMK untuk dokumentasi, sehingga proses restorasi menjadi kelas sejarah hidup yang membuktikan bahwa pelestarian warisan bisa menjadi gerakan anak muda tanpa menunggu dana besar dari pemerintah.
Tradisi Ngabung Sare dan Malam Tahfidz yang Menjadi Ikon Wisata Religi Bogor Timur
Setiap Jumat Kliwon warga menggelar ngabung sare, ritual makan bersama menggunakan daun pisang dari kebun lokal yang dibawa secara gotong-royong, kemudian dilanjutkan malam tahfidz di serambi masjid dengan lampion kuning yang membuat suasana khas kampung Sunda, membuat wisatawan Jabodetabek berbondong-bondong datang untuk bercampur aduk dengan warga, mencicipi nasi liwet bebek dan mendengar murotal anak-anak desa yang berusia 9-12 tahun, fenomena yang memperlihatkan bahwa masjid dapat menjadi jantung ekonomi lokal sekaligus pemuliaan citra Islam yang damai dan ramah.

Informasi lebih lanjut
Apakah Masjid di Ciawi buka 24 jam?
Masjid Agung Ciawi dan sebagian besar masjid besar di kawasan ini buka sepanjang hari, namun pintu utama biasanya ditutup setelah shalat Isya kecuali ada kegiatan tertentu seperti tahajud berjamaah atau itikaf pada bulan Ramadan.
Apakah ada tempat wudhu yang bersih di Masjid Ciawi?
Semua masjid di Ciawi menyediakan tempat wudhu yang dikelola oleh DKM; air mengalir, lantai kering, dan disediakan sabun cair gratis setiap shalat wajib, serta petugas kebersihan rutin membersihkan setiap dua jam.
Bagaimana cara menyewa aula Masjid Ciawi untuk acara pernikahan?
Untuk menyewa aula, datang langsung ke sekretariat DKM Masjid membawa surat pengantar RT/RW, KTP, dan bayar uang penitipan sebesar Rp500 ribu–Rp1 juta tergantung ukuran aula; prosesnya selesai dalam 1 hari kerja.
Apakah Masjid Ciawi menyediakan makanan berbuka puasa setiap hari?
Selama Ramadan, banyak masjid di Ciawi yang mengadakan berbuka bersama gratis berkat donasi warga; di luar Ramadan, kegiatan kajian maghrib biasanya tetap menyediakan takjil ringan seperti kurma dan air mineral.
Jika Anda ingin melihat artikel lain yang serupa dengan Masjid di Ciawi, Indonesia: Keindahan Arsitektur dan Sejarahnya yang Menawan, Anda dapat mengunjungi kategori Masjid Per Lokasi.
