Masjid di Maluku, Indonesia: 10 Masjid Tertua dan Terindah yang Wajib Dikunjungi

Masjid di Maluku, Indonesia: 10 Masjid Tertua dan Terindah yang Wajib Dikunjungi Maluku, kepulauan rempah yang berdiri sendiri di tengah lautan, menyimpan cerita panjang Islam yang datang bersama kapal-kapal dagang. Di setiap pulau, masjid-masjid tua berdiri kokoh, dibangun dari kayu tak bertanding, tanpa paku, hanya tangan dan doa. Bangunan ini bukan sekadar tempat salat, tapi juga pusat adat, tempat rakyat bertukar kabar, mengukur pasang surut air, mencari jodoh, menuntut ilmu. Di sini, azan dan gong beradu, minaret dan tiang penyangga berbagi atap, atap rakyat.
10 Masjid Tertua dan Tercantik di Maluku yang Patut Dikunjungi
Masjid Tua Wapauwe Kaitetu
C37M+WMG, Kaitetu, Kec. Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Indonesia
None
Masjid Tua KALAULII
C354+PH5, Kaitetu, Kec. Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Indonesia
None
Masjid Agung Ibnu Abdullah Masohi
MXW5+7M3, Namaelo, Kec. Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku 97511, Indonesia
None
Masjid Jami Ambon
853H+22M, Kel Honipopu, Kec. Sirimau, Kota Ambon, Maluku, Indonesia
None
Masjid Raya Al-Fatah Ambon
Jl. Sultan Babullah, Kel Honipopu, Kec. Sirimau, Kota Ambon, Maluku, Indonesia
None
Masjid Agung Al Buruuj
P3RX+QJ8, Namlea, Kec. Namlea, Kabupaten Buru, Maluku, Indonesia
None
Masjid Agung Raudha Maluku Tenggara
8PXP+VM4, Jl. Soekarno Hatta, Kel. Ohoijang Watdek, Kec. Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku, Indonesia
None
Masjid Daarun Na’im Wayame
85P8+G9R BTN, Wayame, Kec. Tlk. Ambon, Kota Ambon, Maluku, Indonesia
None
Masjid Jami’ Nandatu Sahapory Negeri Kailolo
FC87+7VF, Kailolo, Indonesia
+62 821-9953-7137
Masjid Abu Bakr Ash Shiddiq
kampung Muhajirin, Batu Merah, Kec. Sirimau, Kota Ambon, Maluku, Indonesia
None
Warisan Islam di Kepala Burung: Jejak Sejarah dan Keindahan Masjid-Masjid Kuno Maluku
Maluku, selain dikenal sebagai pusat rempah-rempah dunia, juga menyimpan warisan Islam yang kaya melalui masjid-masjid tertua yang tersebar di berbagai pulau. Masjid-masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai saksi bisu penyebaran Islam di Indonesia timur sejak abad ke-15. Arsitekturnya yang unik mencerminkan perpaduan budaya lokal dan Islam, dengan penggunaan kayu sago, pilar-pilar khas Maluku, serta ukiran yang penuh makna. Beberapa masjid bahkan masih mempertahankan bentuk aslinya meskipun telah mengalami renovasi. Keberadaan masjid-masjid ini menjadi bentuk resistensi budaya terhadap arus modernisasi yang terkadang mengabaikan nilai-nilai historis. Bagi wisatawan, mengunjungi masjid-masjid ini bukan hanya soal religi, tetapi juga soal menghayami perjalanan panjang Islam di bumi Indonesia.
Arsitektur Tradisional Masjid Tua Maluku: Antara Fungsi dan Estetika
Masjid-masjid tua di Maluku umumnya dibangun dengan konsep rumah adat Maluku yang dimodifikasi, memiliki atap bertingkat tinggi untuk sirkulasi udara tropis, dinding dari papan kayu sago yang tahan rayap, serta tiang penyangga yang tidak dipaku melainkan disusun secara pasak. Lantainya terbuat dari papan kayu ulin yang memberi kesan sejuk, sementara mihrab dan mimbar dihiasi ukiran kaligrafi tangan yang memakan waktu berbulan-bulan. Keindahan ini mencerminkan keselarasan masyarakat Maluku dengan lingkungan sekaligus mendukung kenyamanan jamaah.
Peran Masjid dalam Penyebaran Islam ke Kawasan Timur Indonesia
Sejak kedatangan para syekh dari Gujarat dan Persia pada abad ke-15, masjid menjadi pusat dakwah yang efektif karena penduduk pesisir Maluku sudah aktif dalam perdagangan internasional; pendakwah memanfaatkan jejaring dagang untuk menyampaikan ajaran Islam, sehingga masjid-masjid dibangun di pelabuhan utama seperti Ternate, Tidore, dan Ambon. Ceramah di masjid diiringi pembacaan kitab rujukan berbahasa Arab-Melayu, mempercepat islamisasi tanpa kekerahan, menjadikan masjid sebagai poros peradaban yang mengubah sistem sosial-politik kerajaan-kerajaan Maluku.
Upaya Preservasi Masjid Bersejarah di Tengah Ancaman Perubahan Iklim
Tantangan utama adalah kelembapan udara Maluku yang tinggi serta paparan garam laut, membuat kayu serangan rayap dan kaput; dinas kebudayaan setempat merespons dengan teknik conservasi khusus, yakni penggunaan minyak cendana sebagai pelapis alami, pergantian kayu rusak dengan kayu setempat berusia tua, serta pembangunan drainase sekelling masjid untuk menurunkan kelembapan. Program pendidikan restorasi untuk pemuda desa juga digalakkan agar keahlian turun-temurun tetap lestari di tengah ancaman kayu bakar ilegal dan cuara ekstrem.
Cerita Masyarakat: Ritual Kuno yang Bertahan di Masjid-Masjid Maluku
Di Maluku, setelah shalat magrib berjamaah, warga tetap melakukan baca doa tahlil dengan lagu-lagu khas, diiringi rebana dari kulit kambing yang dibuat secara tradisional; setiap malam Jumat legi mereka mengadakan kenduri baca Yasin yang diawali dengan menabuh tifa, simbol persaudaraan antara Muslim dan Kristen. Selain itu, ada tradisi “cuci nazar” di halaman masjid, di mana jamaah membawa hasil laut sebagai syukuran, mempererat ekosistem sosial yang multikultural.
Rute Peziarahan Spiritual: 10 Masjid Paling Fotogenik yang Wajib Dikunjungi di Maluku
Dimulai dari Masjid Sultan Ternate di Kastela yang berdiri di atas batuan karang, dilanjutkan ke Masjid Al-Mahdan di Pulau Hiri dengan pemandangan laut biru, lalu menyusuri Masjid Wapauwe di Banda Neira yang memiliki mushaf tua, ke Masjid Al-Fatah Saparua dengan tiang penuh ukiran, hingga Masjid Al-Kausar Tual yang dikelilingi terumbu karang; setiap masjid menyuguhkan sudut kamera unik pada momen terbit dan tenggelamnya matahari, menjadikannya magnet wisata religi sekaligus surganya fotografer arsitektur tradisional.

Informasi lebih lanjut
Apa saja masjid bersejarah yang wajib dikunjungi di Maluku?
Masjid Jamik di Ternate dan Masjid Al-Fatah di Ambon adalah dua masjid tertua yang masih berdiri kokoh sejak era kesultanan; kedua bangunan ini menyimpan arsitektur baileo khas Maluku dengan tiang besi tua dan ukiran pala di dinding.
Bagaimana protokol berpakaian saat shalat di masjid di Maluku?
Wanita dan pria diwajibkan menutupi aurat secara sempurna, jelbab berwarna lembut disarankan untuk perempuan, sedangkan laki-laki memakai sarung atau celana panjang serta koko berlengan panjang guna menghormati suasana sakral rumah ibadah.
Apakah masjid di Maluku menyediakan makanan halal setelah salat Jumat?
Hampir semua masjid besar seperti Masjid Raya Al-Fatah Ambon menyediakan tasyakuran berupa sagu goreng, papeda ikan, dan air sirih yang dibagikan gratis kepada jamaah sebagai bentuk silaturahmi khas Maluku.
Kapan waktu terbaik mengunjungi masjid agar bisa berinteraksi dengan warga lokal?
Datanglah 30 menit sebelum adzan maghrib karena saat itu para tuan rumah mulai berkumpul, berbagi cerita adat, dan sering mengajukan undangan untuk menikmati kopi pala hangat di teras masjid.





