Masjid di South Sulawesi, Indonesia: 10 Destinasi Keagamaan Paling Fotogenik dan Bersejarah

South Sulawesi menyimpan sejumlah masjid tua yang memukau, memadukan arsitektur tradisional Bugis-Makassar dengan sentuhan kolonial, sehingga menciptakan bangunan suci yang tak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, melainkan juga saksi bisu perjalanan Islam di wilayah ini. Dari tiang pancang kayu hingga kubah berwarna cerah, setiap sudutnya bercerita tentang penyebaran agama, perdagangan rempah, serta kejayaan kerajaan-kerajaan maritim. Bagi pelancong religius maupun fotografi, sepuluh masjid ini menawarkan latar spiritual yang memikat: cahaya rembang di langit-langit, ukiran tangan abad ke-18, hingga panorama pantai yang membingkai siluet salat. Berikut destinasi keagamaan paling fotogenik dan bersejarah di Sulawesi Selatan.
10 Masjid Tertua di Sulawesi Selatan yang Menyimpan Sejarah dan Keindahan Arsitektur Khas Bugis-Makassar
Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar
Jl. Masjid Raya No.57, Timungan Lompoa, Kec. Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90151, Indonesia
+62 411 453715
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Masjid Muhammad Cheng Hoo
R9JW+5CG, Jl. Danau Tj. Bunga, Maccini Sombala, Kec. Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90224, Indonesia
None
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Masjid Jami Tua Palopo
Jl. Andi Djemma No.88, Batupasi, Kec. Wara Utara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan 91911, Indonesia
None
Masjid Raya Makassar
Gaddong, Jl. Masjid Raya, Bontoala, Kec. Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90156, Indonesia
+62 878-9762-5762
| Senin | 04.00–21.00 |
| Selasa | 04.00–21.00 |
| Rabu | 04.00–21.00 |
| Kamis | 04.00–21.00 |
| Jumat | 04.00–21.00 |
| Sabtu | 04.00–21.00 |
| Minggu | 04.00–21.00 |
Masjid Kubah 99 Asmaul Husna
Jl. H. Bau No.36, Kunjung Mae, Kec. Mariso, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90125, Indonesia
None
| Senin | 04.00–23.00 |
| Selasa | 04.00–23.00 |
| Rabu | 04.00–23.00 |
| Kamis | 04.00–23.00 |
| Jumat | 04.00–23.00 |
| Sabtu | 04.00–23.00 |
| Minggu | 04.00–23.00 |
Masjid Islamic Center Dato’ Tiro Bulukumba
C5PJ+RR7, Jl. Poros Bantaeng - Bulukumba, Bintarore, Kec. Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan 92511, Indonesia
None
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Masjid Amirul Mukminin (Masjid Terapung Makassar)
Jl. Penghibur No.289, Losari, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90112, Indonesia
None
| Senin | 04.00–06.05, 10.30–20.30 |
| Selasa | 04.00–06.05, 10.30–20.30 |
| Rabu | 04.00–06.05, 10.30–20.30 |
| Kamis | 04.00–06.05, 10.30–20.30 |
| Jumat | 04.00–06.05, 10.30–20.30 |
| Sabtu | 04.00–06.05, 10.30–20.30 |
| Minggu | 04.00–06.05, 10.30–20.30 |
Masjid Terapung B.J. Habibie
Cappa Galung, Kec. Bacukiki Bar., Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Indonesia
None
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Masjid Nurul Iman Telkom
Jl. A. P. Pettarani No.2, Gn. Sari, Kec. Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90222, Indonesia
+62 411 862575
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Masjid Agung Syekh Yusuf Gowa
Jl. Mesjid Raya, Sungguminasa, Kec. Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan 92111, Indonesia
None
| Senin | 09.00–20.00 |
| Selasa | 09.00–20.00 |
| Rabu | 09.00–20.00 |
| Kamis | 09.00–20.00 |
| Jumat | 09.00–20.00 |
| Sabtu | 09.00–20.00 |
| Minggu | 09.00–20.00 |
Mengapa Masjid di Sulawesi Selatan Menjadi Incaran Jurnalis dan Pecinta Sejarah
Masjid-masjid di Sulawesi Selatan bukan sekadar bangunan ibadah, melainkan arsip hidup yang menyimpan nadi budaya Bugis-Makassar, sehingga setiap sudutnya—mulai dari tiang penuh ukiran naga hingga menara berbentuk pinisi—menjadi magnet bagi fotografer global yang mencari kombinasi unik antara spirit Islam, warisan Hindu-Buddha, dan kekuatan maritim yang tercermin dalam perpaduan arsitektur timur-tengah dengan palopo adat; tak heran jika pagi-pagi sekali pengunjung sudah berdesak di pelataran untuk menyaksikan cahaya emas menari di dinding bata merah tua yang berusia ratusan tahun, sambil menceritakan kembali kisah para syekh penyebar Islam yang datang lewat jalur rempah dan menyentuh hati kerajaan Gowa-Tallo, sehingga setiap bidikan kamera otomatis mengandung aura mistis dan nilai dokumetasi tinggi yang sulit ditemukan di masjid-masij modern lainnya.
Tipografi Unik Masjid Tua Balla Lompoa yang Membuat Foto Tampak Seperti Lukisan Timur
Dengan atap limas bertingkat tiga yang disusun dari seribu lembar seng berwarna cokelta tua, Masjid Balla Lompoa menciptakan siluet dramatis saat matahari terbit, membuat bidikan dari sudut rendah terlihat seperti lukisan timur tua yang menonjolkan garis vertikal tiang penyangga dari kayu ulin berdiameter 60 cm, sementara ukiran kaligrafi bugis di dinding atas menambah tekstur detil yang membuat lensa makro terus bekerja mencari pantulan cahaya emas antara ruang kosong dan hiasan papan kayu yang berusia lebih dari tiga abad.
Menara Pinisi Masjid Al-Markazh: Ikon Bahari yang Menyatu dengan Langit Biru
Menara berbentuk lambung kapal phinisi yang menjulang 28 meter di halaman Masjid Al-Markazh tidak hanya menjadi penanda arah bagi nelayan di Teluk Makassar, tetapi juga frame vertikal alami bagi fotografer yang ingin menangkap gradasi langit biru-cokelat tua pada sore hari, karena material alumunium berlapis tembaga ini memantulkan cahaya jingga sehingga menciptakan siluet emas yang kontras dengan awan kumulus tipis, sambil di bawahnya karpet merah tua menyambut jamaah yang datang menyelesaikan sembahyang magrib berjemaah.
Kisah Mural Plakat Gowa di Masjid Katangka yang Menghidupkan Sejarah Kerajaan Islam
Di dinding selatan Masjid Katangka, plakat batu paras Gowa berukir aksara lontara menyimpan narasi perlawanan terhadap kolonialisme, sehingga fotografer dokumenter sering membidik detil huruf tua yang mulai terkikis, lalu menyandingkannya dengan wajah jamaah senior yang berwajah keriput dan berkopiah sebagai simbol kesinambungan perjuangan, sementara cahaya rembang dari jendela kaca patri membuat warna-warni mural tampak hidup dan berdenyut seperti layar lebar sejarah yang tayang setiap hari tanpa henti.
Teknik Fotografi Macro untuk Menangkap Ukiran Naga di Pintu Masjid Laikang yang Sering Dilewatkan
Banyak pengunjung hanya melihat pintu kayu jati berukir naga khas Tionghoa di Masjid Laikang sebagai aksesori arsitektur, namun dengan lensa macro 100 mm dan flash ring soft, ukiran sisik naga yang berjarak hanya 2 mm tampak tajam dan tiga dimensi, memperlihatkan perpaduan budaya antara simbol perlindungan laut dan keyakinan Islam yang diterima oleh pedagang Tionghoa pada abad ke-17, sehingga kolektor foto seni kontemporer menjadikan hasil bidikan ini sebagai karya cetak berukuran besar yang laku di galeri Jakarta.
Golden Hour di Halaman Masjid Sultan Gowa: Cara Mendapatkan Siluet Jamaah dan Cakra Matahari
Jika datang 20 menit sebelum subuh tersenyum, fotografer bisa memanfaatkan cahaya beludru yang muncul di langit timur untuk menangkap siluet jamaah berjubah putih yang bergerak menuju mihrab berbentuk gapura, sementara cakra matahari perlahan muncul di balik menara kapal pinisi, menciptakan efek siluet ganda yang membuat garis horizontal cahaya menembus asap dupa dupa dari tembakau daun yang dibakar para penjaga masjid sebagai ritual pagi kuno, sehingga hasil foto panorama 16:9 ini sering dijadikan header website resmi pariwisata Sulawesi Selatan.

Informasi lebih lanjut
Apa saja masjid bersejarah yang wajib dikunjungi di South Sulawesi?
Masjid Tua Karebosi di Kota Makassar dibangun pada abad ke-16 dan menjadi saksi bisu penyebaran Islam di Sulawesi Selatan, sementara Masjid Amirul Mukminin di Kota Palopo yang juga dikenal sebagai Masjid Apung tampil megas di atas danau buatan dan menjadi ikon religius modern di provinsi ini.
Jam berapa masjid-masjid di South Sulawesi biasanya dibuka untuk wisatawan?
Umumnya masjid-masjid besar seperti Masjid Raya Makassar dibuka untuk wisatawan dari pukul 08.00–17.00, namun akses utama tetap diberikan kepada jamaah shalat lima waktu; wisatawan disarankan datang pagi atau sore untuk menghindari padatnya arus shalat berjamaah.
Apakah ada aturan berpakaian khusus saat berkunjung ke masjid di South Sulawesi?
Pengunjung wajib mengenakan pakaian longgar menutupi aurat, memakai kerudung bagi wanita non-muslim, serta melepas alas kaki sebelum memasuki area sajadah; di Masjid Floating menyediakan kain sarung dan kerudung pinjaman untuk menjamin kenyamanan selama kunjungan.
Bagaimana cara mencapai Masjid Floating Amirul Mukminin dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin?
Dari bandara, naik Taksi Bandara atau ojek online menuju Terminal Daya di Kota Makassar (sekitar 30 menit), kemudian naik bus AKDP Makassar–Palopo selama 8–9 jam; setelah tiba di Palopo, naik ojek daring 15 menit ke kawasan Danau Limboto tepat di depan masjid yang berdiri di atas air.





