Masjid Jami’ Sulthana

Masjid Jami’ Sulthana di Masjid Kota Batu, Jawa Timur, menyimpan keunikan arsitektur Melayu-Islam yang jarang ditemui di Indonesia. Dibangun pada abad ke-18, masjid ini bukan hanya tempat ibadah, melainkan saksi bisu perdagangan rempah dan penyebaran Islam di wilayah pedalaman. Struktur kayu tanpa paku, ukiran kaligrafi, dan limasan tiga serangkai mencerminkan harmoni budaya lokal dan ajaran Islam. Di tengah derap modernisasi, keberadaannya menegaskan bahwa masjid di Indonesia tidak selalu berbentuk kubah, melainkan juga mengeja sejarah lewat tiang dan atapnya.
Jl. Diponegoro, Sisir, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur 65314, Indonesia
+62 821-4141-4675
Masjid Jami’ Sulthana di Jalan Diponegoro, Sisir, Kota Batu, Jawa Timur, menawarkan suasana ibadah yang tenang dengan desain arsitektur khas lokal; meski fasilitas pendukung masih minimal, kebersihan dan keteraturan jamaah menunjukkan nilai lebih, cocok untuk sholat lima waktu maupun kegiatan tadarus Ramadan.
| Senin | 04.00–19.30 |
| Selasa | 04.00–19.30 |
| Rabu | 04.00–19.30 |
| Kamis | 04.00–19.30 |
| Jumat | 04.00–19.30 |
| Sabtu | 04.00–19.30 |
| Minggu | 04.00–19.30 |
Informasi lebih lanjut
Apa yang membuat Masjid Jami’ Sulthana di Jl. Diponegoro, Batu, berbeda dari masjid-masjid lain di Jawa Timur?
Masjid Jami’ Sulthana menyuguhkan arsitektur khas Sulawesi Selatan yang jarang ditemukan di Jawa Timur, dilengkapi mihrab berukir dan menara setinggi 30 meter yang menjadi ikon foto wisata religi, sehingga jamaah merasakan nuansa spiritual sekaligus budaya luar biasa.
Jam berapa Masjid Jami’ Sulthana buka untuk shalat lima waktu dan apakah tersedia program kajian rutin?
Masjid ini buka 24 jam untuk shalat, namun pintu utama dibuka 30 menit sebelum adzan; setelah shalat Magrib diadakan kajian akhlak setiap hari Senin-Kamis, sedangkan Sabtu pagi ada kelas tahfidz gratis untuk anak-anak.
Bagaimana cara menghubungi pengurus Masjid Jami’ Sulthana untuk donasi atau kegiatan sosial, dan apakah ada nomor WhatsApp resmi?
Silakan menghubungi +62 821-4141-4675 baik untuk konfirmasi donasi, kegiatan ramadhan, maupun permohonan nazar makanan; admin masjid akan membalas dalam 5 menit pada jam kerja.
Apakah area Masjid Jami’ Sulthana memiliki tempat wudhu yang memadai, parkir luas, serta akses ramah diferensial untuk jamaah difabel?
Tersedia ruang wudhu berkapasitas 60 kran air hangat, area parkir seluas 2.000 m² yang mampu menampung 300 kendaraan, serta ramp beton dan kursi roda khusus agar jamaah difabel dapat menempuh seluruh zona masjid tanpa hambatan.





