Masjid di Jambi, Indonesia: 10 Tempat Ibadah Bersejarah & Indah Wajib Dikunjungi

Jambi, provinsi yang kaya akan warisan budaya dan sejarah Islam, menyimpan puluhan masjid tua yang tak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga saksi bisu perjalanan dakwah di Tanah Malayu. Dari arsitektur tradisional berhiaskan ukiran kayu hingga kubah megah berdiri di tepi Sungai Batanghari, setiap masjid memiliki kisah unik yang menggambarkan harmonisasi nilai lokal dan spiritualitas. Berkeliling ke sepuluh masjid bersejarah sekaligus indah ini berarti menelusuri jejak para wali, menikmati keindahan seni Islam Nusantara, sekaligus menemukan ketenangan dalam suasana kuno yang lestari.
10 Masjid Bersejarah & Indah di Jambi yang Wajib Dikunjungi
Masjid Agung Al Falah Kota Jambi
RT.01/RW.No.60, Jl. Sultan Thaha, Legok, Telanaipura, Jambi City, Jambi 36124, Indonesia
None
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Masjid Raya Magat Sari
CJ57+PVQ, Jl. Orang Kayo Hitam, Arab Melayu, Kec. Ps. Jambi, Kota Jambi, Jambi 36123, Indonesia
None
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Masjid Laksamana Cheng Ho
9H2V+XVP, Jl. Ibrahim Ripin, Kenali Asam Bawah, Kec. Kota Baru, Kota Jambi, Jambi 36129, Indonesia
None
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Masjid Nurdin Hasanah
9HMR+5J9, Jalan Kolonel Abunjani, Solok Sipin, Telanaipura, Selamat, Kec. Telanaipura, Kota Jambi, Jambi 36124, Indonesia
+62 741 62997
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Masjid Al Azhar
Jl. Natuna No.20, Jelutung, Kec. Jelutung, Kota Jambi, Jambi 36124, Indonesia
+62 741 32980
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Masjid Ar-Raudhah
9HQH+XPX, Jl. H. Abdul Manaf, Telanaipura, Kec. Telanaipura, Kota Jambi, Jambi 36361, Indonesia
None
Masjid Baiturrahim
9HQW+655, Jl. Syamsu Bahroen, Selamat, Kec. Telanaipura, Kota Jambi, Jambi 36124, Indonesia
+62 858-3714-3303
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Masjid Baitul Mukminin Kota Jambi
9J5R+694, Jl. Lkr. Sel. II, Lkr. Sel., Kec. Jambi Sel., Kota Jambi, Jambi 36127, Indonesia
+62 741 3065283
Masjid Al Jihad- Dakwah Markaz Jambi
9JV3+7HC, Jl. H. Ali Hamzah No.2, Payo Lebar, Kec. Jelutung, Kota Jambi, Jambi 36124, Indonesia
None
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Masjid Assa’adah
9JHH+MWX Lorong Sukarejo, Jalan Soekarno-Hatta, Jl. Adityawarman, The Hok, Kec. Jambi Sel., Kota Jambi, Jambi 36129, Indonesia
+62 853-5775-6026
| Senin | Buka 24 jam |
| Selasa | Buka 24 jam |
| Rabu | Buka 24 jam |
| Kamis | Buka 24 jam |
| Jumat | Buka 24 jam |
| Sabtu | Buka 24 jam |
| Minggu | Buka 24 jam |
Menelusuri Keindahan dan Sejarah Masjid di Jambi yang Menawan
Jambi, sebuah provinsi di Sumatera, menyimpan kekayaan budaya dan spiritual yang terwujud dalam arsitektur masjid bersejarah yang tersebar di berbagai sudut kota. Dari masjid dengan ukiran kayu khas Melayu hingga bangunan yang memadukan gaya kolonial dan Islam, setiap masjid di Jambi memiliki cerita unik yang menggambarkan perjalanan islamisasi di wilayah ini. Kehadiran masjid-masjid ini tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan pendidikan, menjadikannya destinasi penting bagi wisatawan religius maupun budaya. Dengan desain yang memukau dan nilai historis yang tinggi, masjid-masjid ini menjadi saksi bisu peradaban Islam di Jambi yang telah berlangsung selama berabad-abad.
Arsitektur Tradisional Masjid Tua di Jambi
Masjid-masjid tua di Jambi menampilkan arsitektur tradisional Melayu yang khas, dengan dominasi kayu sebagai bahan utama dan atap berbentuk limas bertingkat. Struktur ini tidak hanya berfungsi estetis, tetapi juga memiliki makna simbolis dalam budaya Melayu. Ukiran flora dan kaligrafi menghiasi dinding dan tiang masjid, mencerminkan kehalusan seni lokal yang tidak terlepas dari nilai-nilai Islam. Keunikan lainnya terletak pada tiang penyangga masjid yang tidak menggunakan paku, melainkan sistem pasak tradisional, membuktikan kecanggihan teknologi bangunan Melayu klasik. Setiap masjid tua memiliki pola bentuk yang serupa, namun dengan variasi detail yang mencerminkan perbedaan zaman dan pengaruh budaya saat pembangunannya.
Masjid Sultan Thaha Syaifuddin: Ikon Religius Kota Jambi
Masjid Sultan Thaha Syaifuddin, yang terletak di jantung kota Jambi, merupakan salah satu masjid terbesar dan paling megah di provinsi ini. Dibangun atas prakarsa Pemerintah Provinsi Jambi, masjid ini menampilkan gaya arsitektur modern dengan nuansa Melayu yang kuat, terlihat dari kubah berbentuk limas dan ornamen khas Melayu di sekeliling bangunan. Masjid ini mampu menampung ribuan jamaah, menjadikannya pusat kegiatan religius utama, terutama saat hari raya Idulfitri dan Iduladha. Keberadaan masjid ini juga menjadi simbol perpaduan tradisi dan modernitas, menjadikannya landmark penting bagi warga Jambi dan pengunjung luar kota.
Masjid Tua Batu Itam: Warisan Islam Abad ke-17
Masjid Tua Batu Itam, yang berdiri sejak abad ke-17, adalah salah satu masjid tertua di Jambi yang masih mempertahankan struktur aslinya. Masjid ini terletak di desa Batu Itam, sekitar 30 kilometer dari pusat kota, dan menjadi saksi bisu penyebaran Islam di wilayah pedalaman Jambi. Bangunannya yang terbuat dari kayu ulin dan berdiri di atas pondasi batu ini memiliki ukiran tangan yang sangat detail, mencerminkan perpaduan budaya Melayu dan Islam. Masjid ini juga memiliki makam tokoh Islam tua di sekitarnya, yang menjadi tempat ziarah bagi masyarakat setempat. Keberadaan masjid ini menunjukkan bahwa islamisasi di Jambi tidak hanya terjadi di kawasan pesisir, tetapi juga merambah ke pedalaman.
Masjid Agung Al-Falah: Simbol Kedamaian dan Persatuan
Masjid Agung Al-Falah, yang terletak di Kelurahan Paal Lima, menjadi pusat kegiatan umat Islam di Jambi dengan desain yang minimalis namun elegan. Masjid ini dibangun dengan konsep ramah lingkungan, menggunakan panel surya untuk memenuhi sebagian kebutuhan energinya, menjadikannya contoh masjid modern yang peduli sustainabilitas. Masjid ini juga memiliki program pengajian rutin dan kegiatan sosial seperti distribusi makanan dan bantuan kemanusiaan, menjadikannya pusat dakwah dan kesejahteraan masyarakat. Keberadaan masjid ini memperkuat identitas Islami kota Jambi, sekaligus menjadi tempat perdamaian dan persatuan antar umat beragama di wilayah ini.
Masjid Raya Jambi: Perpaduan Gaya Timur dan Barat
Masjid Raya Jambi, yang terletak di pusat kota, merupakan contoh unik dari perpaduan arsitektur Islam Timur Tengah dengan pengaruh kolonial Eropa. Dibangun pada awal abad ke-20, masjid ini memiliki kubah berbentuk setengah lingkaran yang khas, namun dihiasi dengan ukiran Melayu di sekelilingnya. Interiornya memadukan lampu-lampu kristal dengan kaligrafi Arab, menciptakan suasana yang mewah namun tetap religius. Masjid ini juga memiliki menara tinggi yang menjadi titik orientasi di kawasan sekitarnya, menjadikannya landmark religius yang tidak bisa dilewatkan. Keunikan desainnya menjadikan Masjid Raya Jambi sebagai objek fotografi favorit bagi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Informasi lebih lanjut
Apa saja masjid bersejarah yang wajib dikunjungi di Jambi?
Masjid Tua Batu di Desa Sungai Jambi, Muaro Jambi, merupakan masjid tertua di provinsi ini yang diperkirakan berdiri pada abad ke-18; bangunannya yang kokoh dari batu pasir merah masih menyimpan mimbar tua dan tiang dari kayu ulin. Tak jauh dari sana, Masjid Sultan Thaha di Kota Jambi menyimpan makam sultan terakhir kerajaan Jambi serta arsitektur Melayu klasik yang dipadu gaya kolonial. Di Barat Sungai Batang Hari, Masjid Jami’ Al-Falah yang dibangun tahun 1910 memamerkan ukiran khas Jambi pada pintu dan jendela kayunya. Ketiganya menjadi saksi sekaligus ikon wisata religi yang ramah peziarah.
Jam berapa buka dan tutup masjid-masjid utama di Jambi?
Secara umum masjid di Jambi dibuka 24 jam untuk kegiatan salat lima waktu, namun kunjungan wisata disarankan antara pukul 08.00–16.00 WIB agar dapat didampingi takmir. Setelah salat magrib hingga isya, pengelola biasanya fokus pada kegiatan tadarus atau pengajian, sehingga tur tidak diperkenankan. Pada hari Jumat, wisatawan dipersilakan masuk setelah salat Jumat selesai, sekitar pukul 13.30 WIB. Untuk Masjid Tua Batu yang berada dalam kawasan cagar budaya, pintu gerbang area kompleks ditutup pukul 18.00 WIB, meskipun halaman masjid tetap dapat dijangkau dari luar pagar.
Apakah ada kriteria pakaian khusus bagi wisatawan yang ingin memasuki masjid di Jambi?
Pengunjung wajib menutup aurat sesuai ketentuan umum masjid: pria minimal memakai sarung atau celana panjang serta kaus berlengan, sedangkan wanita harus memakai kerudung, baju lengan panjang, dan rok atau gamis longgar yang menutupi mata kaki. Di Masjid Agung Jambi dan Masjid Sultan Thaha tersedia pinjaman jubah dan kerudung di pintu masuk, namun kuota terbatas; sebaiknya datang dengan pakaian syar’i agar lebih praktis. Sepatu harus dilepas sebelum memasuki ruang utama, jadi gunakan sandal yang mudah dibuka. Petugas akan mengingatkan jika ada atribut yang menonjol seperti celana jeans robek atau kaus bertulisan besar, demikian juga barang-barang berbahan kulit hewan yang dapat menyinggung sensitivitas jamaah.
Bagaimana cara mencapai masjid-masjid ikonik di Jambi dari Bandara Sultan Thaha?
Dari Bandara Sultan Thaha Syaifuddin, jarak ke Masjid Agung Jambi hanya sekitar 4 km; naik ojek daring butuh 15 menit dengan tarif Rp25.000–30.000, atau naik angkot jurusan Bandara–Simpang Rimba (kode B) lalu turun di Halte Masjid Agung dengan ongkos Rp5.000. Menuju Masjid Tua Batu di Muaro Jambi, jaraknya sekitar 35 km; paling nyaman menyewa mobil online PP seharga Rp250.000–300.000 untuk 4 jam, termasuk menunggu. Jika ingin hemat, naik bus AKAP dari Terminal Rawasari jurah Muaro Jambi, turun di simpang Muaro, lalu naik ojek 5 menit ke kawasan cagar budaya dengan biaya total sekitar Rp35.000. Selalu sediakan uang tunai kecil karena tak semua sopir angkot memiliki mesin kas non-tunai.





